https://unsplash.com

Sekarang ini, orang semakin gencar mengandalkan smartphone sebagai alat bantu dalam menyelesaikan pekerjaan. Akibatnya, smartphone dijejali oleh berbagai aplikasi yang dibutuhkan saat itu juga. Entah itu untuk pekerjaan, hiburan, sosialita, dan kebutuhan. Apalagi didukung dengan kemudahan akses dan kecanggihan smartphone. Efeknya, smartphone menjadi penuh dengan aplikasi dan beberapa orang merasa terganggu dengan permasalahan tersebut.

Untuk itu Marie Kondo, penemu metode Konmari, memperkenalkan sebuah metode beres – beres yang mudah dan menyenangkan. Metode ini bisa diterapkan dalam berbagai objek. Bisa berupa pakaian, alat – alat dapur, dokumen, aksesoris, dan lain sebagainya. Proses penataannya berdasarkan pada beberapa aspek seperti warna, kegunaan, urgensitas, dll. Sehingga barang akan tertata rapi dan memudahkan orang – orang untuk menemukan barang yang diinginkan. Selain itu terdapat efek ‘spark of joy’ seperti yang disampaikan pada sharing session oleh Elsi Sinta.

Sebelum menerapkan metode Konmari
Setelah menerapkan metode Konmari

Ilmu tersebut juga dapat diterapkan dalam menangani masalah aplikasi smartphone yang berantakan. Dengan metode Konmari, aplikasi dapat digolongkan sesuai tipenya dalam satu folder. Dalam proses beres – beres tersebut, juga bisa menghapus beberapa aplikasi yang jarang digunakan atau tidak terpakai sehingga dapat melegakan memori smartphone. Hal ini tentu akan sangat berdampak bagi pengguna smartphone yang kalap dengan aplikasi.

Semoga bermanfaat.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!