The heart is about 100,000 times stronger electrically & up to 5,000 times stronger magnetically than the brain

Institute of Heartmath Research Center

The true centre of human intelligence lay, not in the mind, but in the heart

-Aristotle, pencetus “cardiocentric version of human anatomy”

Tahukah kalian, ternyata hati lebih kuat dibanding otak?

Suasana hati atau mood berkaitan erat dengan emosi yang kita tunjukan kepada lingkungan sekitar. Para ahli membedakan antara emosi dan suasana hati. Emosi adalah sesuatu yang ditunjukan seseorang pada sesuatu, sedangkan suasana hati adalah perubahan emosi ketika seseorang kehilangan fokus pada satu hal. Otak berfungsi untuk melakukan pengambilan keputusan dengan memperhitungkan segala pertimbangan dan faktor-faktor yang ada.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa hubungan hati dengan otak menjadi perhatian bagi para peneliti. Setelah diamati, terlihat bahwa ketika kita menunjukan emosi positif dan dikombinasikan dengan kontrol napas yang dipusatkan dengan cara tertentu di dalam dan di sekitar jantung, emosi tersebut akan memfasilitasi suatu jalur energi yang terhubung langsung ke otak untuk membantu dalam hal pemecahan masalah, kreativitas, kesehatan mental dan fokus.

Bahkan para peneliti telah melakukan berbagai penelitian mengenai besarnya hubungan antara emosi dalam kehidupan seseorang. Hal ini dibuktikan seiring meningkatnya publikasi dengan tema “emotions/affect/mood and decision making” sejak tahun 1970 hingga 2013.


Setelah mengetahui betapa penting bagi tiap manusia untuk dapat mengontrol emosi mereka, mari kita kurangi emosi negatif yang kadang hinggap pada diri masing-masing. Ada delapan emosi negatif yang paling umum dimiliki manusia yaitu,

Marah, cemburu, gelisah,takut, sedih, iri, penyesalan, dan malu

Memiliki emosi negatif adalah hal yang wajar bahkan merupakan bagian dari hidup manusia. Namun kita tidak boleh terlalu lama berada dalam emosi negatif tersebut. Karena jika kita terlalu lama berada dalam lingkaran pemikiran yang negatif, kita akan merasa selalu down dan buruk mengenai diri sendiri, serta dapat mengganggu kesehatan mental kita.

Mengontrol emosi juga dapat membantu menemukan tujuan (calling) dalam hidup kita. Tidak semua orang bisa mendapatkan calling mereka dalam waktu dekat. Bahkan kebanyakan orang masih bingung dengan peran mereka atau apa yang mereka inginkan dalam hidup. Ada kemungkinan dimana calling kita ternyata tidak sejalan dengan pendidikan atau pekerjaan yang kita miliki.

Berikut tiga hal yang dapat membantu dalam menemukan calling seseorang,

Burns your plan

Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Jangan takut untuk melakukan sesuatu diluar rencana berdasarkan inovasi dan kreativitas yang kita percayai.

Follow your own dream

Banyak orang akan menuntut kita untuk menjadi seperti apa yang mereka minta. Baik tuntutan dari keluarga, sahabat, rekan kerja atau lingkungan masyarakat. Kita tidak dapat memuaskan semua pihak, tapi dengan menjadi diri sendiri, setidaknya kita telah memuaskan diri kita sendiri.

There’s no need to be the best

Melakukan hal yang terbaik dalam sesuatu bukan berarti kita harus menjadi yang terbaik. Selagi kita yakin bahwa telah memberikan yang terbaik dari kita untuk suatu hal tersebut, itu sudah lebih dari cukup.


Apapun yang kita lakukan, percayalah selagi hal itu positif maka akan membawa kita menjadi manusia yang lebih baik dan secara perlahan menunjukan jalan bagi kita untuk mendapat calling dalam hidup ini.

“Kita diciptakan untuk sebuah alasan besar, maka cari tahu alasan tersebut dan terus kejar, lalu jadilah besar”

Terima kasih!

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!