Sumber : Google

It doesn’t matter what they know, at any given time. What matters is their potential to learn and motivation to get better every day

– Nadiem Makarim

Kalimat diatas merupakan pesan yang diberikan oleh Nadiem Makarim, seorang CEO dari salah satu unicorn Indonesia, Gojek, dalam wawancara yang bertema “Hiring For A Growth Mindset”.

Menurutnya, seseorang yang memiliki growth mindset adalah pendegar yang baik karena mereka hadir untuk belajar dari setiap interaksi yang mereka hadapi. Mereka adalah pribadi yang ingin berkembang dan percaya bahwa diri mereka mampu dan mau dalam menghadapi segala situasi. Itulah sistem yang diimplementasikan oleh Nadiem Makarim dalam mengembangkan start up yang ia bangun dari awal hingga seperti sekarang.

Muncul banyak permasalahan dalam proses perjalanan Nadiem Makarim dalam mengembangkan start up yang ia buat.

Pada awalnya hanya ada tiga orang tim teknis yang harus menangani 200 driver beserta seluruh alur pemesanan yang terjadi. Tentu saja hal ini menghambat alur kerja sistem yang ada sehingga kualitas Gojek pun sempat menurun.

Lalu permasalahan sosial mengenai panasnya hubungan antara driver ojek online dengan ojek pangkalan. Para driver ojek pangkalan merasa lapangan pekerjaan mereka terganggu dengan adanya ojek online yang menawarkan modernisasi sistem peng-ojek-an yang ada.

Dan yang tidak lama ini baru saja dialami Gojek mengenai kasus order fiktif yang merugikan banyak driver.

Banyak masalah lain yang timbul mengiringi perkembangan Gojek hingga saat ini baik dari lingkungan dialam maupun diluar perusahaan itu sendiri. Salah satu hal yang membantu mereka menemukan jalan keluar dari permasalah tersebut adalah dengan penerapan growth mindset. Terus berpikir bahwa segala sesuatu dapat menjadi lebih baik dengan melakukan usaha yang optimal.


Sumber : Google

Growth mindset is an intrinsic motivation to be and get better at something

– Nadiem Makarim

Seorang dengan growth mindset cenderung berpikir positif tentang kemampuan mereka dan selalu memperbaiki diri. Pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk terus berinovasi dan tidak melihat kegagalan sebagai akhir dari perjalanan.

Selain penerapan pada diri pribadi, growth mindset juga efektif diterapkan dalam mengembangkan sebuah start up. Dengan pola pikir tersebut, start up akan bergerak secara dinamis. Mereka akan dapat menganalisa tujuan, membuat roadmap strategis yang didasarkan pada segala proses, baik yang sukses maupun yang gagal, sebagai pertimbangan mereka.


Dirangkum dari medium.com, ada tiga faktor yang dibutuhkan untuk menginisiasi growth mindset,

Desire

Ketika dihadapkan dengan pilihan yang rumit. Berusahalah menganalisa dari segala sisi. Dampak baik dan buruk, kesempatan yang ada, dan kenyamanan dalam melakukannya. Perubahan adalah hal yang wajar, maka jangan takut untuk berubah jika hal itu dirasa yang terbaik.

Mindset

Ubah pola pikir “aku tidak bisa” menjadi “bagaimana caranya agar aku bisa”. Gagal adalah hal yang biasa. Kita akan mendapat apel apabila kita menanam bibit apel. Hal itu juga berlaku apabila kita berpikir positif, maka akan lebih besar kesempatan bagi kita mendapat hasil yang positif. Pola pikir dalam mengerjakan sesuatu dapat mempengaruhi hasil yang didapat.

Execution

Setelah memiliki keinginan dan pola pikir yang bijak dalam menghadapi kegagalan, maka yang perlu dilakukan adalah aksi. Sukses itu sulit didapat, sedangkan untuk mundur itu sangatlah mudah. Kita perlu melakukan sesuatu untuk menghadapi kegagalan, suatu aksi yang dipadukan dengan keinginan dan pola pikir yang bijak. Hal itu yang akan menuntun kita menjadi seseorang dengan growth mindset.


Psstt…

Berhubung masih diawal tahun…

Menurut penelitian dari University of Scranton, 92% resolusi tahun baru gagal terealisasi. Dan 80% resolusi tersebut gagal di bulan Februari (dilansir oleh US News & World Report). Salah satunya adalah karena belum siapnya seseorang untuk berubah. Atau dalam bahasa di buku Self Driving oleh Rhenald Kasali, mereka belum siap menjadi individu dengan growth mindset.

Jadi sudah siapkah kita mengubah pola pikir menjadi growth mindset dan mencapai resolusi ditahun 2020 ini? (^o^)9

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!