4 Step Merapikan Berkas Skripsi ala Marie Kondo agar Lebih Siap Menghadapi Ujian

by bitessize

Skripsi atau tugas akhir adalah suatu proses panjang yang pasti akan dihadapi oleh setiap Mahasiswa. Proses skripsi ini biasanya melalui 2 atau 3 tahapan sidang hingga akhirnya Mahasiswa dapat benar-benar dinyatakan lulus. Tapi taukah kalian, bahwa kerapihan dalam penyimpanan berkas skripsi dapat mempengaruhi kesiapan sidang kalian?

Simak artikel berikut hingga akhir, ya!

Dalam proses pengerjaan skripsi ada berkas-berkas yang perlu kita urus entah itu untuk pihak kampus, perusahaan, maupun untuk kita sendiri. Berbekal dengan metode Konmari, kita dapat melakukan decluttering pada berkas skripsi kita. Ini 4 step yang bisa kalian ikuti!

1. Kumpulkan semua berkas yang berhubungan dengan berkas skripsi.

Berkas disini dapat berupa surat pengajuan topik skripsi, surat ketersediaan dosen pembimbing, berkas skripsi yang digunakan untuk diskusi bersama dosen, maupun kartu kendali konsultasi bersama dosen.

2. Lakukan pengkategorian berkas.

Pada dasarnya semua berkas selalu memiliki fungsinya masing-masing. Ada yang berfungsi sebagai administrasi kampus, administrasi perusahaan, maupun berkas untuk dosen dan diri sendiri. Pengkategorian berkas skripsi dapat dilakukan berdasarkan fungsinya seperti fungsi-fungsi di atas.

3. Buang berkas yang tidak memiliki fungsi lagi.

Ketika melakukan pengkategorian, kita pasti mulai menyadari bahwa terdapat berkas yang sudah tidak dibutuhkan karena tidak memiliki fungsi lagi. Misalnya saja fotocopy KTM yang dicetak terlalu banyak, berkas skripsi yang salah cetak, dan lain sebagainya. Berkas-berkas ini tentunya dapat dimusnahkan agar tidak terselip diantara berkas penting lainnya sehingga tidak membingungkan kita di saat-saat yang genting.

4. Simpan setiap kategori dengan memberikan label.

Berkas yang masih kita simpan, dapat diletakkan menjadi satu map atau satu bendel dengan memberikan label pada masing-masing kategori. Tujuannya tentu agar mempermudah kita ketika akan mencari berkas yang kita butuhkan. Ada banyak pilihan map maupun file separator yang sebenarnya sudah tersedia di toko alat tulis, sehingga kita juga dapat memanfaatkannya, lho!

Setelah melakukan 4 step tadi, maka berkas skripsi telah terorganisir dengan baik. Menurut pengalaman pribadi saya ketika akan melakukan ujian atau sidang skripsi, akan banyak administrasi yang harus kita selesaikan kepada jurusan maupun perusahaan tempat kita melakukan penelitian.

Pengkategorian dengan cara di atas secara tidak langsung akan memudahkan kita saat melakukan administrasi tersebut. Sehingga tidak ada lagi kata-kata, “Dimana ya surat puas praktikum Menggambar Teknik yang udah aku tempuh di semester 1?”, “Aduh aku telat deadline pengumpulan skripsi karna ngurus ulang surat persetujuan dosen, nih. Jadinya baru bisa ikut sidang di kloter berikutnya, deh!”.

Jadi dengan melakukan 4 step di atas, secara otomatis dapat membuat kita lebih siap saat akan menghadapi Ujian Skripsi dan secara mental akan mengurangi beban kita.

Metode yang digunakan untuk beberes berkas di atas sebenarnya mengangkat dari metode Konmari. Apa sih metode Konmari itu?

Metode Konmari pada dasarnya adalah decluttering atau berbenah yang lebih mendalam. Metode ini dikenalkan wanita asal Jepang yaitu Marie Kondo dalam bukunya yang berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up”. Banyak orang yang tidak sadar bahwa benda-benda di sekitar kita dapat memiliki hubungan batin bahkan spiritual kepada kita. Maka dari itu, Marie Kondo mengenalkan tagline “Spark Joy” dalam metode yang digunakan untuk berbenah rumah, yang dapat diartikan apakah barang yang kita simpan dapat benar-benar membuatmu bahagia? Atau mungkin sudah waktunya untuk berterima kasih kepada barang yang sebenarnya tidak kita pakai lagi dan saatnya untuk berpisah dan memusnahkannya?

Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai akhir, silahkan dicoba Metode Konmari ini untuk mempermudah proses skripsi teman-teman semua!

 

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!