Skip to content

INSIGHT & OUTSIGHT

Budgeting Tips for Millennial | Based on Mas-Syah Experience

by Syahrul Munir

Disclaimer

The problem that I have, is hard to saving and investing. This Budgeting method based on My Experience, and this is just an experiment. Because the want and need every people is different-relative, don't force yourself to follow me. Just read and improve with your own style!

Hidup di perantauan! Apakah dirimu merasa hidup dari gaji-ke-gaji tiap bulan? Hari gajian datang, tengah bulan sudah habis buat bayar hutang, akhir bulan cuma bisa berbekal Indomie buat sarapan dan makan siang?

Tiba-tiba sisa uang menipis tidak tahu kemana itu semua dikeluarkan.

Ada apa gerangan?

Intinya saya gak punya tabungan, karena selama ini pengeluaran tidak terkontrol. Semuanya dikeluarkan dari uang simpanan di bank.

Losss..!! apapun maunya; langsung gojek-in, toped-in, gesek-in, beli, klik-klik-klik, bayar.

Beberapa kali dengar podcast tentang Financial Awareness, seputar kebiasaan millenial dalam menggunakan uangnya. Masih belum juga ada aksi apa-apa.

Mau kayak gini sampai kapan?

Akhirnya, suatu hari ketika dapat hadiah lomba Kompetisi Vlog yang diadakan Jatim Park. Saya putuskan untuk memulai mencatat segala pengeluaran.

Akan kemana saja uang ini nanti, apakah digunakan untuk hal yang bermanfaat atau cuma buat kesenangan sesaat. Saya kan jadi penasaran!

Mas Syah 3 months expense track summary

Jadi apa yang harus dilakukan kemudian?

Kurang lebih 3 bulan terakhir, saya rutin memantau setiap pengeluaran harian.

Beberapa kali sharing di briefing sore, dapat saran dari teman, sampai cerita langsung dan minta advice ke finance (Mbak Nurma dan Budhe Fitri).

Setelah kurang lebih dua bulan berjalan, akhirnya semua terlihat jelas dan kelihatan. Kemana uang-uang ini melayang.

Sebagian besar uang mengalir ke Pos berikut ini:

  • Makan
  • Jajan
  • Listrik
  • Sosial
  • Pendidikan

Tau seperti itu saya mulai batasi pengeluaran. Menantang diri untuk lebih wise and mindful-spending on money.

Cukup mengirit, tapi tidak sampai pelit. Kadang masak tapi tetap bisa makan enak. Cukup buat jajan, ongkos jalan pulang-pergi Surabaya - Malang.

Sebelum menentukan batas pengeluaran bulanan, pertama-tama selesaikan terlebih dahulu semua kewajiban, seperti hutang, bayar litrik, dan kasih Ibuk buat belanja bulanan.

Akhirnya saya tahu apa saja yang benar-benar dibutuhkan.

Secara garis besar yang saya lakukan seperti ini:

  • Melakuan pencatatan setiap pengeluaran (2 s/d 3 bulan)
    • Dari hasil tersebut saya bisa tahu kebiasaan saya dalam menghabiskan uang. Kalo kalian coba sendiri pasti akan tercengang.
  • Kemudian lihat pada pos mana yang bisa ditekan untuk dialokasin ke tabungan.
  • Sampai ketemu nilai yang pas. Gunakan sebaik mungkin budget tersebut untuk hidup selama satu bulan ke depan.

Konsisten Catat Pengeluaran

Setiap uang yang dikeluarkan (dari dompet atau ATM) wajib dicatat dan dimasukkan ke dalam kategori yang terkait. Contoh kategori untuk pengeluarannya seperti ini:

  • Food and Beverage (Kebutuhan makan sehari hari)
  • Snack (Jajanan)
  • Petrol (Bensin)
  • Phone (Pulsa dan paket data)
  • Home (Internet, Listrik, PDAM)
  • Social (Infaq, Sedekah)
  • Dll.

Hal tersebut saya lakukan sampai kurang lebih 3 bulan, tanpa terlebih dahulu saya pikirkan batasan pengeluaran.

Dengan seperti itu akhirnya saya tahu rata-rata kebutuhan bulanan saya semula.

Dari total pengeluaran bulanan semula, akan saya kurangi dengan mengambil beberapa rupiah untuk dijadikan tabungan.

Ketemulah batas yang wajib saya patuhi untuk pengeluaran bulan depan (angka ini exclude dari kewajiban yang sebelumnya saya sebutkan).

Alhamdulillah cukup Sob! Pengeluaran Berhasil ditekan!

Masih bisa buat beli lauk enak di Bu Nur, Gojek Mi Galau, beli Ice di Cone di McD, Lapapan Hiu + Iwak Pe, cilok micin bandung kadedeuh, Bakso Prima, Coklat, bayar urunan bulutangkis, pulsa dan paket data. Transport Malang - Surabaya. Dan macam-macam lainnya.

Pasca Eksekusi

November jadi bulan percobaan. Saya ingin buktikan apakah dengan budget yang sudah ditentukan dari awal akan cukup hingga bulan depan?

Ini sudah kelihatan, akan saya update nanti kalo sudah ganti bulan.

Aplikasi yang saya gunakan untuk mencatat pengeluaran:

Money Lover

Fiturnya sangat lengkap, mulai dari kategori yang lebih paling beragam, split wallet untuk memisahkan sumber uang ketika ada pengeluaran. Sampai fitur-fitur lain yang belum sempat saya coba. Tapi sayangnya setelah ganti HP-baru-yang-bekas aplikasi ini tidak bisa berjalan.

Money Manager: Expense Tracker

Akhirnya ganti ke aplikasi ini. Fiturnya lebih sederhana dari Money Lover, tapi saya cukupkan karena hanya buat mencatat pengeluaran.

Tips dari Mbak Nurma dan Budhe Fitri

Yang waktu itu saya bilang, kalo banyak uang habis untuk makan dan jajan. Jawabnya mereka kurang lebih seperti ini:

  • Mbak Nurma dan Budhe memaklumi pengeluaran Mas Syah yang masih bujang. Karena mereka sendiri banyak memasak untuk memangkas pengeluaran.
  • Beli barang yang langsung banyak untuk dapat harga lebih murah. Barang barang tersebut yang digunakan untuk keperluan rutin.
  • Hal hal kecil yang kurang dapat perhatian, seperti penggunaan sabun cair dengan yang batangan. Katanya lebih hemat pakai sabun batang, wangi lebih awet, dan menurut mereka lebih bersih juga kalau dipakai buat mandi.
  • Kemudian pisahkan antara tabungan dan simpanan, dengan memisahkan uang ke dalam akun bank yang berbeda. Untuk uang pada akun simpanan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Nilainya fix dan wajib dibatasi. Apapun yang terjadi, nilai tersebut harus mencukupi kebutuhan tiap bulannya. Jika memang tidak ada urgensi, jangan sampai melengos ke akun tabungan.

Walaupun belum punya akun tabungan terpisah sendiri, saat ini saya bisa batasi dengan melihat sisa limit di Aplikasi Money Manager yang sudah saya setting di awal bulan.


Lebih Melek Finansial, Biar Cerdas Menggunakan Uang Demi Masa Depan Gemilang!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Jawa Pos (@jawapos) on

 

Tau cerita saya, Mbak Ulfa jadi pengen nyoba juga!

Dia mengajak suaminya ikut menghitung pengeluarannya. Dengan lebih canggih, pakai format yang suaminya dapat setelah mengikuti seminar Jouska.

Cukup menghitung dari history transaksi kartu debit 3 bulan terakhir, dan ketemulah makan dan jalan jalan sebagai pos paling besar menghabiskan budget bulanan Mbak Ulfa.

 

Jika Mbak Ulfa nanti baca ini, semoga bisa dikoreksi kalau ada yang kurang pas.

 

Budgeting Versi Jouska

Jadi kalo tidak salah ingat, berdasarkan cerita Mbak Ulfa. Sebenernya ada perhitungan khusus untuk budgeting, dimana dia membagi menjadi 3 pos utama:

  • Saving. Untuk saving ini, dapat mengambil 10% dari total gaji sudah bisa dikatakan sehat.
  • Groceries. Budget untuk kebutuhan sehari seperti makan dan belanja.
  • Emergency Fund alias dana untuk keperluan tak terduga.

Untuk dana tak terduga perhitungannya cukup mencengangkan, nilainya didapat dari perhitungan Kebutuhan budget 1 orang dikalikan 3.

Jadi kalo di keluarganya Mbak Ulfa ada 3 orang. Mbak Ulfa sendiri, suaminya, dan 1 orang anaknya.

Maka total budget kebutuhan dari tiap individunya, dikalikan 3.

WOW!! WOW!! WOW!!

Baru setelah itu semua terpenuhi, silakan gunakan sisa uangnya untuk keperluan yang lain. Lifestyle, hobbies, dst.


Capek mikir uang? Dapatnya susah payah, keluarnya begitu mudah!

Semuanya kembali lagi ke diri Anda, mau sampai kapan terus-terusan kerja sampai tua.

Atau mulai mikir cari stream-income lain yang bisa didapat meskipun cuma tiduran di rumah saja?

Punya cerita lain atau referensi terkait cerita saya? Boleh lah dibagikan pada kolom komentar di bawah!

Furthermore

Beberapa sumber lain yang bisa kalian jadikan rujukan.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

8 Comments

  1. Ranggi Ramadhan on 27 November 2018 at 14:31

    Satu kata rul GG , lek iso G ne sing gede

  2. Yolanda Krisnadita on 28 November 2018 at 08:24

    Insight full! aku juga nyoba ini. tapi masih belum rutin mas

    • Syahrul Munir on 28 November 2018 at 17:23

      Biar tambah rutin nyatetnya, mungkin bisa kasih motiv kayak biasanya Mbak Yolanda..

      Bikin Goal – Kenapa harus rutin cata pengeluaran?

      Kalo bisa tercapai gainnya apa?

      Kalo gak tercapai painnya apa?

  3. Sonia Cynthia on 29 November 2018 at 10:58

    benar-benar menjadi inspirasi, mantul massyahh!!

    • Syahrul Munir on 29 November 2018 at 15:28

      Makasih Sonia 🙂
      Mungkin Sonia juga bisa mulai pikirkan untuk nabung buat rencana 3 – 5 ke depan.
      Mumpung masih muda banget..!
      Atau ini Sonia bahkan sudah ‘jalan’?

  4. Ulfa Chairunnisa on 30 November 2018 at 14:11

    Mantap mas syah, aku juga lanjut mencatat pengeluaran. klo males buka drive nyatet di note dulu 😀

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top