Skip to content

Buku “The Subtle Art of Not Giving a F*ck” Bikin Sadar 8 Hal Ini

Kenapa Buku Ini?

Jadi sekitar 3 bulan yang lalu, saya melihat sebuah buku “berkeliaran” diantara rekan-rekan kerja saya. Mereka membicarakannya, kadang juga hanya tergeletak semalaman di meja, tanpa tahu siapa empunya.

Kemudian 2 bulan yang lalu ketika saya sedang mencari judul buku yang hendak saya baca di bulan Februari, lagi-lagi saya bertemu buku ini di antara rekomendasi buku bagus.

Ya, buku itu adalah The Subtle Art of Not Giving a F*ck yang sudah di translate ke versi Indonesia dengan judul Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Karena judulnya yang terbilang nyeleneh, bikin saya jadi kurang yakin dengan isi bukunya (kurang yakin dalam arti sesuai dengan tema yang sedang saya cari). Akhirnya saya coba meminta review dari 2 orang teman yang sudah membacanya @andy.novianto dan @firodityo, dan cukup menarik juga, katanya sih bikin kita sadar akan sesuatu yang mungkin selama ini kita pandang ribet.

Finally, penasaranlah saya dengan buku berwarna shocking orange ini dan berkomitmenlah menghabiskan buku ini di bulan Februari. Dan hasilnya bener kata temen-temen saya dan bener bener “nyebelin” karena ada banyak hal yang membuat saya sadar, ada banyak hal yang membuat saya introspeksi, ada banyak hal yang membuat saya termotivasi. Apa sajakah itu? Ini nih beberapa pelajaran yang saya ambil dari buku ini, nomor 8 dan 9 yang paling membuat saya tergerak :

Langsung lakukan, jangan terlalu banyak pertimbangan

Pasti pernah ya punya rencana tapi ga kesampaian juga. Biasanya sih resolusi tahunan :-D. Ya, seringkali kita selalu sibuk mempertimbangkan plus dan minus hingga akhirnya ga sempet untuk action. Pertimbangan yang dimaksudkan agar bisa hati-hati malah seringkali jadi penghalang untuk action. Mulai ubah kebiasaan ini. Langsung lakukan apa yang diinginkan, boleh hati-hati tapi jangan kelamaan.

Hati-hati dengan jeratan lingkaran setan

Ini nih yang seringkali saya alami. Menunda melakukan sesuatu kemudian bikin merasa bersalah atau sungkan meminta izin akhirnya malah tidak melakukan perubahan apa-apa. Contoh realnya lagi, melakukan suatu kesalahan tapi tidak langsung meminta maaf. Ditunda-tunda akhirnya bikin makin merasa bersalah karena tidak langsung minta maaf. Akhirnya rasa bersalah makin menumpuk sampai-sampai akhirnya malah canggung mau minta maaf.
Nah inilah lingkaran setan, muncul masalah tapi tidak langsung diselesaikan, hingga akhirnya timbul masalah baru, dst. Jadi cobalah untuk langsung menyelesaikan masalah yang ada di depan mata. Jangan menunggu, atau lingkaran setan akan menjeratmu.

Tetapkan nilai-nilai diri kita

Kesalahan yang sering tidak kita sadari adalah menjadikan orang lain sebagai standar kita. Akhirnya kita berusaha untuk bisa menjadi seperti orang tersebut dan mengabaikan sejatinya diri kita. Penting sebenarnya untuk menetapkan value diri kita sendiri tanpa harus memperdulikan orang. Karena standar bahagia masing-masing orang itu berbeda. Ada yang merasa bahwa kebersamaan dengan keluarga itu utama, ada juga yang merasa bekerja sesuai passion adalah hal yang harus dikejar. Jadi sudahkah kamu menyadari nilai dirimu seperti apa?

Berani menolak

Ini menyambung poin sebelumnya. Ketika kita sudah paham nilai-nilai diri kita, maka jangan takut untuk menolak hal-hal yang tidak sesuai meskipun ada kalanya bisa berbeda paham dengan orang lain. Pertahankan nilai-nilai dirimu selama itu bisa membuat kamu bahagia. Tentunya nilai-nilai yang kamu percaya adalah hal yang positif bukan?


Setiap orang akan mati, jadi jangan takut untuk melakukan apapun

Satu hal yang membuat saya termotivasi untuk melakukan banyak hal baru adalah kata-kata diatas. Hidup kita hanya sekali. Jadi jangan biarkan waktu ini dihabiskan dengan hal-hal yang monoton. Lakukan apapun yang ingin kita coba. Gagal atau berhasil toh nantinya kita tetap mati. Tapi kita akan mendapatkan pelajaran setelah mencoba hal baru tersebut. Penyesalan karena tidak melakukan apa-apa katanya lebih menyesakkan daripada kegagalan lho.

Harus bertanggungjawab atas diri sendiri

Katanya curhat, tapi kok berharap sesuatu yang lebih? Hayo siapa yang pernah mengalaminya. Saya sendiri sering sih, apalagi sama pasangan. Seringkali kita menyampaikan keluhan ke orang lain dengan harapan ada bantuan solusi meskipun hanya sebuah saran. Sebenarnya ini lah bentuk “lepas tanggungjawab” yang kecil. Masalah yang kita hadapi adalah hasil dari perbuatan kita sendiri. Maka kitalah yang harus bertanggungjawab. Jangan melimpahkan kepada orang lain, sekecil apapun itu.

Jangan berharap lepas dari masalah

Masalah itu selalu ada. Meski seolah-olah sudah terselesaikan, sebenarnya akan selalu timbul masalah baru setelah masalah utama selesai. Contohnya : Masalah biaya hidup yang kurang, maka solusinya bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang memenuhi kebutuhan. Seolah-olah masalah terselesaikan, padahal timbul masalah baru yaitu harus bekerja. Jadi nikmatilah hidup dan prosesnya, nikmatilah masalah dan carilah solusinya dengan gembira. Okey, i got it.

Action justru menciptakan motivasi

Satu hal yang salah kaprah saya pahami. Seringkali saya menunggu diri termotivasi, baru melakukan action. Motivasi tidak datang-datang ya action tidak dilakukan juga. Nah di buku ini saya disadarkan bahwa motivasi itu justru tumbuh ketika kita sudah action. Dengan memulai melakukan sesuatu, justru akan mentrigger motivasi kita untuk melakukan hal lebih, akhirnya kita pun melakukan action yang lain. Action tersebut menghasilakn motivasi untuk hal yang lebih besar lagi, dan seterusnya. Jadi seperti poin di nomor 1, lakukan saja, jangan banyak pertimbangan. Dengan begitu hal-hal besar akan menyambutmu di depan

Jadi itulah 8 poin yang saya pelajari dari buku ini. Cukup membuat saya gemas karena hal-hal yang menyadarkan saya diatas. Semoga teman-teman yang belum membaca bisa mendapat insight baru lagi ya. Selamat membaca 🙂

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

9 Comments

  1. Lona Putri Rikasasi on 12 March 2019 at 21:54

    Comment disini ntar kubalas comment di post kaliann!!!
    Thanks guys, happy sharing ^___^

    • Yolanda Krisnadita on 13 March 2019 at 14:53

      Aku sangat setuju sekali dengan Setiap Orang akan Mati jadi jangan takut melakukan apapun.

      Yolo You Only Live Once, right?

      Menurutku Di Dunia ini setiap orang pasti punya purpose mengapa bisa hidup didunia ini apakah ada di dunia ini untuk membantu dan memudahkan orang lain atau untuk mengingatkan atau memberikan cobaan buat orang lain.

      Cuma yang kadang bikin masalah adalah perlakukan yang kita dapat saat hadir di dunia dan mengada-adakan keistimewaan yang sebenar standar istimewa itu sendiri tidak ada.

      Purpose masing-masing manusia itu berbeda-beda dan akan melilki jalan masing-masing. Jadi sekali lagi ketika hidup di dunia yang cuma dirasakan sekali banyak-banyak mengekslopre untuk mengikuti tujuan hidup itu perlu. Jangan takut.

      • Lona Putri Rikasasi on 11 April 2019 at 23:10

        Yups Yolo setuju banget.. sebenarnya itulah esensi dari Rasa Syukur. Semoga kita selalu menjadi umat manusia yang tak pernah lupa bersyukur sekecil apapun nikmat Tuhan itu.

  2. Putri Juwita Shinta Dewi on 13 March 2019 at 15:06

    Loh baca2 review ini, koq kayak dejavu sama Pernyataan2 di EASI ya 😀

    Yang Step 1, aku ada pertanyaan sist, untuk mempertimbangkan dianggap tidak lama itu berapa lama? kalau pakai standart masing-masing, harus melihat aspek apa aja ya sist? apakah di buku itu juga dijelaskan

    • Lona Putri Rikasasi on 11 April 2019 at 23:12

      emang statement EASI itu keren2 yaa..
      Tidak dijelaskan di buku itu kak. Kita pkoknya disarankan jangan suka nunda2 ^^

  3. Al Dinda Rachma Widyansari on 20 March 2019 at 14:51

    princess lonaaaa, aku juga lagi baca buku ini , targetku maret minggu depan selesai, bru sampe bab 5 aja aku udah dapet banyak hal. ini lgi otw bikin reviewnya juga.
    makasih sharingnyaa <3

  4. Ranggi Ramadhan on 2 April 2019 at 08:54

    Wah wah kewl, nanti pinjam bukunya kak, sekarang masih ada antrian baca buku lainnya.

    Makasih sharingnyaaa

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top