Skip to content
User Avatar

Sharing Session – COMPETITOR INTELLIGENCE IN DIGITAL ERA

1 week
All levels
0 lesson
0 quiz
25 students

Menurut Aaker (1995), marketing analysis selalu memerlukan informasi tentang pelanggan dan pesaing. Setelah identifikasi pesaing, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengetahui apa yang mereka lakukan dan apa yang akan mereka lakukan, serta mencoba untuk mengetahui kemampuan dan strategi mereka dari berbagai perspektif yang berbeda.

Proses analisis pesaing bisa dimulai dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Siapa pesaing kita? Dengan siapa kita biasanya bersaing? Siapa pesaing kita yang paling agresif? Siapa pesaing yang sekarang masih biasa saja namun di masa depan bisa menjadi ancaman yang serius? Siapa pesaing tidak langsung kita? Dapatkah pesaing-pesaing tersebut dikelompokkan ke dalam“strategic group” berdasarkan aset, kemampuan, dan/atau strategi mereka? Siapa yang mempunyai potensi untuk masuk industri?

Lalu, tahap pengumpulan data sendiri adalah tahap yang menentukan dalamcompetitor intelligence, karena kita harus benar-benar mendapatkan sumber data yang kredibel. Biasanya, sumber informasi dalam competitor intelligence dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

Primary Source: informasi ini didapatkan dengan cara wawancara dengan orang-orang yang terkait dengan pesaing kita. Biasanya informasi tersebut diperoleh dari pemasok, pegawai, dan distributor pesaing serta asosiasi industri di mana perusahaan kita berada.
Secondary Source: informasi ini didapatkan dari berbagai media, baik media cetak maupun media elektronik, laporan lembaga pemerintah, dan laporan-laporan yang dikeluarkan oleh lembaga riset tertentu.

Curriculum is empty
User Avatar
Angels tercantyc sekahyangan z:*
Scroll To Top
Main Content