Skip to content

BEDAH BUKU

Disruption Era

by Ranggi Ramadhan

Disruption - Rhenald Kasali

Sudah menjadi hal yang wajar dalam kehidupan kita sehari hari untuk saat ini, melihat kemajuan teknologi yang dibangun oleh startup Gojek , Grab, Tokopedia, atau AirBnB.Teknologi yang mereka bawa membawa perubahan dan kemudahan dalam hidup kita.

Disaat yang sama juga teknologi tersebut mengubah bagaimana orang bekerja.Gojek menggeser ojek konvensional. Tokopedia mematikan toko toko retail tapi sekaligus mengembangkan penjualan toko online. Airbnb juga menumbangkan hotel dengan menyewakan penginapan yang lebih murah.

Dari buku ini saya belajar mengenai fenomena perubahan yang terjadi saat ini. Konsep yang dipakai buku ini sebagai referensi utama adalah disruption theory dari Clayton Christensen, seorang profesor dalam bidang administrasi bisnis di Harvard. Teori tersebut dikatakan sebagai teori yang paling berpengaruh dalam bidang manajemen di abad ke-20.

Inti konsepnya begini: dalam suatu periode waktu tertentu, akan tercipta inovasi yang melakukan "disruption" terhadap pasar yang sekarang sudah ada, sehingga mengubah industri yang selama ini sudah berjalan. Terciptanya mobil membuat industri transportasi berkurang, sebagaimana halnya sekarang ojek online mengubah cara kita menggunakan transportasi umum.

Proses ini sudah terjadi sejak lama dan cenderung akan terus berulang. Bedanya, dengan perkembangan teknologi saat ini, siklusnya menjadi lebih cepat sehingga kita harus lebih cepat tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi.

Disini saya belajar bahwa dunia baru berbeda dengan dunia lama yang pernah kita kenal sebelumnya.

Dunia Lama

  1. Time series dan linear
  2. Owning Economy (ekonomi memiliki, menguasai, integrasi)
  3. On the Lane Economy (menunggu antrian)
  4. Supply-Demand tunggal
  5. Lawannya jelas

Dunia Baru

  1. Real time dan eksponensial
  2. Sharing Economy (ekonomi berbagi, akses)
  3. On Demand Economy (begitu diinginkan, saat itu juga tersedia)
  4. Supply-Demand dengan jejaring
  5. Lawan-lawannya tak terlihat

Bukan yang terkuat yang akan bertahan, bukan juga yang terpintar yang bertahan, melainkan mereka yang mampu menyesuaikan (adaptasi) dengan lingkungan sekitar. - Charles Darwin

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

5 Comments

  1. Yolanda Krisnadita on 21 February 2019 at 13:56

    Wah mantab, dengan semakin cepatnya perkembangan dan perubahan pasar kita dituntut untuk terus beradaptasi dan hal-hal yang baru. DI buku tersebut ada tidak tips atau trik supaya kita cepat dalam menyikapi penyesuaian adaptasi kak??

    Terus di tagline bukunya itukan motivasi aja enggak cukup tuh? nah untuk melengkapi dan melihat lawan-lawan yang tak terlihat itu bagaimana??

    • Ranggi Ramadhan on 22 February 2019 at 09:03

      Tips trik secara langsungnya tidak ada, namun tersirat di sepanjang buku. Dari hemat saya kuncinya adalah “Open Minded” , yakni sadar ketika benar maupun ketika salah dan mau mendengar opini atau sudut pandang orang lain.

      Namanya lawan yang tak terlihat, ya tidak bisa dilihat kak.
      Apa itu disruption? Disruption adalah sebuah inovasi creating something new sedemikian rupa sehingga kemudian yang lama tiba-tiba menjadi obsolete, ketinggalan jaman.

      Yang bisa kita lakukan untuk melawan yang tak terlihat adalah dengan terus maju dan berkembang dengan mendisrupsi diri sendiri. Diri sendiri bisa berarti individu maupun organisasi.

      Cheers, 😀

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top