INSIGHT & OUTSIGHT

Kindness and Happiness #KindforEveryOne

by Syahrul Munir

Kurang dari seminggu sebelum acara puncak event Agustusan di kantor. Kevin ngasih tau ke teman-teman kalo waktu acara tersebut ada sesi di mana Mas Syah akan sharing tentang Affection.

Ya, akan sharing pengalamannya tentang tips jadi orang yang affectionate!

Whaat...!!!

Ini pasti karena saya yang jadi model desain stiker EASI di ruang workshop kantor. Siapa juga ini, yang dulu merekomendasikan diriku jadi model?

Poster EASI Ruang Workshop Kantor BEON

Konon katanya, karena model di stiker itu mencerminkan tiap poin pada tiap huruf EASI. Apakah seperti itu yang Anda lihat dari diriku yang penuh dosyah ini?

Sebenarnya apasih makna kata Affectionate menurutmu? Tulis di kolom komentar ya jawabannya..


Waktu Kevin bilang itu, aku yo gak ada ide mau ngomong apa. Sampe H-2 baru aku tanya lagi ke Kevin maksud dari tugas yang harus aku emban tersebut.

Jadi, berhubung tema Agustusan kali ini adalah #KindforEveryOne. Harapannya nanti Mas Syah bisa berbagi pengalamannya dan mengawali ke teman-teman ngasih contoh dari affection ini seperti apa sih.

Dan juga Disclaimer aja, kalo nanti semisal menyebutkan "kebaikan" yang biasa Mas Syah lakukan bukan untuk memamerkan tindakan tersebut.

Oh, gitu.. Oyi Vin!


Setelah mencari dari berbagai sumber, poin yang ingin aku sampaikan saat sharing tersebut adalah:

Korelasi antara Kebahagiaan (Happiness) dan Kebaikan (Kindness)

Dampak kebahagiaan yang akan kita rasakan dari kebaikan yang kita lakukan.

Mashook Pak Eko


Tentang Kebahagiaan.

Kebahagiaan bukan semata emosi yang kita rasa dalam benak, karena ada peran dari kimiawi dalam tubuh yang dinamakan hormon.

Bagaimana hormon yang dihasilkan oleh tubuh ini berpengaruh pada klasifikasi jenis kebahagiaan?

Dari @jiemiardian dalam podcastnya di INSPIGO. Mengatakan ada 4 hormon yang mempengaruhi kebahagiaan manusia, antara lain:

  • DOPAMIN
    Dengan ciri-ciri kebahagiaan dengan sensasi "menyenangkan" yang menyebabkan candu, bersifat sementara (kebahagiaan jangka pendek).
  • ENDORPHIN
    Dinamakan "Big Daddy of Happiness", kesenangan yang tidak tergambarkan, yang biasanya bisa dihasilkan dari obat-obatan, seperti Heroin danMorfin.
  • OKSITOSIN
    Cuddle Hormon (Hormon Peluk), sesuai namanya hormon ini adalah hormon cinta, bisa dihasilkan ketika berpelukan dengan orang yang dicintai. Hormon ini juga dihasilkan ketika Ibu yang baru melahirkan, yang menyebabkan dia "posesif".Contohnya ketika anaknya jatuh kejedot lantai, lantainya yang akan disalahkan.
  • SEROTONIN
    Hormon kebagiaan yang lebih Long Lasting. Dihasilkan ketika kita melakukan tindakan sosial atau kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain. Perasaan kepuasaan dari dalam, yang tidak dihasilkan dari sebatas materi seperti pada Dopamin.

Kamu Perlu Berbuat Baik untuk Tetap Bahagia

Karena efek kebaikan tersebut tidak hanya satu arah bagi orang yang terkena sasaran kebaikan. Karena perasaan bahagia juga didapat oleh pemberi kebaikan. Mulai dari sini kita bisa lihat titik temu hubungan antara keduanya.

Affectionate = Penuh Kasih Sayang

Dari katanya sendiri Affection, jika diterjemahkan menggunakan Google Translate artinya adalah Kasih-Sayang. Dan kata Affectionate ditujukan untuk pelaku yang memberikan kasih-sayang.

Kasih dan Sayang, memberi karena memang kita sayang. Contoh sederhananya, jika kita punya peliharan, tentunya kita akan kasih dia makan. Karena kita sayang dan peduli pada peliharaan kita.

Masa dipelihari tapi gak dirawat dan gak dikasih makan, nanti kan bisa metong!

Banyak Bentuk Affectionate

  • Mulai dari hal yang paling sederhana, seperti menolong temanmu yang kesusahan mengeluarkan motor dari parkiran.
  • Membukakan pintu buat temanmu yang mau ke dapur, tapi di kedua tangannya sedang bawa piring/mangkok.
  • Membuang sampah sesuai tempatnya, dan tidak membiarkannya ada sampah berserakan di sekitar tempat sampahnya.

Kamu bisa mulai dengan "Small and Random Act of Kindness" setiap hari, di manapun dan kapanpun. Ketika hatimu tergerak melakukan kebaikan.

Kebaikan adalah bentuk dari perilaku > Perilaku merupakan akhlak > Dan Akhlak sifatnya adalah spontan.

"Baik atau Tidak" perilaku terjadi secara spontan karena memang dari watak, bawaannya lahir seperti itu. Dan juga bisa terjadi karena memang sengaja dilatih.
Menuju Kesempurnaan Akhlak - Ibnu Miskawaih

Mas Syah ketika menyampaikan Sharing Session

Perilaku atau Budi Pekerti tercermin dari tindakan dan kebiasaan orang. Terjadi secara spontan sebagai bentuk manifestasi dan refleksi dari jiwa serta batinnya. Cerminan dari perilaku keseharian tanpa banyak berpikir/pertimbangan dan tidak ada unsur paksaan dari luar.

Dan pada akhirnya tidak alasan lagi untuk tidak berbuat baik. Karena kebaikan yang dibiasakan dan diulang-ulang akan jadi spontan. Kebaikan akan diberikan kepada apa saja, siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. 

EDhlydhWwAEGFii

#KindforEveryOne❤️

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!