Lomba makan

Setiap tanggal 4 Juli ada lomba makan Super Bowl, yang dikenal dengan Lomba Makan Hot Dog Internasional yang diadakan oleh Nathan’s Famouse. Selama ini lomba itu diadakan di Coney Island, New York.

Aturan mainnya sangat sederhana. Peserta makan sebanyak mungkin roti dan hotdog alias HDB, singkatan dari Hot Dogs and Buns dalam waktu 12 menit. Setiap HDB yang telah masuk ke mulut ketika bel akhir berbunyi tetap dihitung asalkan tetap ditelan. Kalau yang dimakan keluar lagi atau dimuntahkan maka otomatis didiskualifikasi. Tidak ada batasan jumlah minuman yang bisa digunakan selama lomba.

Rekor yang tercatat adalah 25 ⅛. HDB dalam waktu 12 menit.

 

Rekor pecah !

Pada tahun 2001 ada seseorang bernama Takeru Kobayashi (Kobi) ikut mendaftar lomba tersebut. Dengan perawakannya yang kecil dengan tinggi sekitar 175cm. Dalam lomba pertamanya di Coney Island, Kobi mampu mencatatkan rekor dunia baru. Tebak berapa banyak hotdog dan roti yang dia makan ? Ingat rekornya adalah 25 ⅛. Tebakan yang masuk akal mungkin 27 atau 28 HDB. Atau mungkin ada yang berpikir dia makan 20% lebih banyak, mungkin sekitar 30an.

Namun, dia makan 50 HDB. Lima puluh! Itu sama dengan empat hotdog dan roti per menit selama 12 menit. Kobi benar-benar melipat gandakan rekor tersebut. Misalkan dibandingkan dengan Usain Bolt yang berlari 100m dalam 9,74 detik bisa dipercepat menjadi 4,87 detik! Sudah sama kencangnya dengan cheetah.

Kobi terus mendominasi kejuaraan tersebut berturut-turut hingga 4 tahun dan meningkatkan rekornya hingga bisa menghabiskan 53 ¾. HDB dalam 12 menit.

 

Melakukan eksperimen

Jadi, kenapa Takeru Kobayashi bisa jauh lebih baik daripada yang lain ?

Jawabannya adalah Kobi sebelumnya telah melakukan eksperimen selama berbulan-bulan sebelum mengikuti lomba. Dia mengamati bahwa kebanyakan peserta lomba sebelumnya menggunakan strategi yang sama, dengan mengambil hot dog dan roti kemudian memasukkan kedalam mulut, mengunyah sampai habis kemudian meneguk sedikit air untuk menelan. Kobi penasaran apakah ada cara yang lebih baik ?

Dari situ dia bereksperimen berbagai cara agar bisa memakan hot dog dalam jumlah yang banyak. Misalkan dengan memisah hot dog dengan rotinya, memotong hot dog menjadi dua sebelum dimakan. Atau dengan mencelupkan roti kedalam air sebelum dimakan, tidak hanya dengan air biasa, dia coba juga dengan air hangat untuk mencoba apakah hasilnya berbeda atau tidak. Karena memang tidak ada aturan yang mengikat cara makan hot dog di turnamen tersebut.

Eksperimennya tidak ada habisnya, Dia merekam sesi-sesi “latihannya” dan mencatat semua kedalam tabel untuk menemukan berapa mili detik yang bertambah di setiap eksperimen yang dia lakukan.

Itulah sejarah singkat kenapa pada akhirnya Kobayashi memecahkan rekor makan HDB dan mempertahankan gelar tersebut hingga 4 tahun berturut-turut.

 

Pelajaran yang bisa dipetik

Dari cerita tersebut ada pelajaran yang bisa kita petik dan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Yang pertama tentang pemecahan masalah. Kobayashi mendefinisikan ulang masalah yang coba dia pecahkan. Jika para pesaingnya punya pertanyaan seperti ini : Bagaimana cara saya makan lebih banyak hot dog ? Dia punya pertanyaan yang berbeda : Bagaimana cara saya membuat hot dog lebih mudah dimakan ? Pertanyaan ini yang mendorongnya melakukan eksperimen dan menghasilkan sesuatu yang baru, bahkan mengubah cara main makan hot dog yang konvensional untuk lomba. Hanya dengan mendefinisikan ulang masalah dia dapat menemukan serangkaian solusi baru.

Yang kedua tentang cara pandang terhadap batasan yang ada. Sebelum mengikuti lomba apa yang diyakini Kobayashi adalah dia menolak dengan makan 25 ⅛. HDB adalah sebuah rekor. Karena menurutnya itu hanya akan jadi penghalang baginya untuk bisa memakan lebih banyak hot dog dan roti. Dia memerintahkan pikirannya agar tidak memperhatikan jumlah yang dia makan dan hanya berkonsentrasi pada cara dia memakannya. Karena ada benarnya juga, menurut saya dia akan sulit melipatgandakan angka tersebut jika secara mental dia terus kepikiran angka 25 ⅛.

 

We are the champions !

 

Appendix

Video pertama Kobayashi ikut dan juara lomba

Panitianya gak nyangka! papan skor yang ada cuma mentok di 25, akhirnya pakai kertas kuning dengan tulisan spidol alakadarnya 😆

 

Sumber tulisan di atas – Buku Think Like A Freak

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!