INSIGHT & OUTSIGHT

[WEEK 1] PERUBAHAN - Antisipasi, Adaptasi, dan Aksi

by Syahrul Munir

Awal Mula

Sebelum wabah korona ditetapkan jadi pandemi nasional, merumahkan banyak pekerja. Termasuk kita, yang jadinya kerja di rumah.

Aku lagi gak enak badan, masih posisi di Malang. Ngurusi awak dewe, batuk flu, segala obat tak coba. Bear brand, tolak angin, panadol, habbatussauda. Kerja dalam kondisi badan lemes. Bolak balik ke kamar mandi, buat bersin, dan mengeluarkan ingus.

Dalam keadaan yang sama, masih ada agenda ke Jakarta dan ikut bantu dokumentasi acara di Surabaya. Gak ada habisnya, jadi tambah gak ngerti lagi sakit ini kapan sembuhnya.

Kondisi yang kayak gini, gak pernah kita duga. Kayak gak ada persiapan gitu, terus tiba tiba kondisinya jadi parah.

Minggu pertama WFH, masih dalam keadaan tidak enak badan. Flu akut yang sudah masuk minggu ke dua. Aku mikir wes mikir sing nggak nggak.

Ya, untungnya bukan korona.

Hanya sebuah flu akut, Sinusitis namanya. Sempat gak jelas diagnosa awalnya, tapi akhirnya ketahuan penyakitnya waktu ke puskesmas di pinggiran daerah Surabaya.

Akhirnya sembuh total kurang lebih seminggu berikutnya, setelah minum obat, makan banyak sayur, istirahat, menghindari ciki, dan menahan minum es.

FD2D4585-10C5-427A-A485-5525DF1BEA61

Perubahan Terjadi, Tidak Dapat Dihindari.

Kondisi ini mengingatkanku pada cerita dalam Buku Who Moved My Cheese?.

Dianalogikan dunia ini seperti sebuah Maze (labirin), seperti teka teki, gelap dan penuh dengan ketidakpastian. Yang di dalam terdapat Cheese (Keju) berupa harapan/ keinginan/ atau kondisi saat ini yang kita punya.

Di dunia ini kita berjuang, berusaha keras sekuat tenaga untuk menemukan cheese tersebut. Mencari di lorong lorong labirin, hingga mendapatkannya.

Tapi tak terasa karena saking nyamannya, kita terlena akan cheese tersebut dan tidak memikirkan bahwa cheese tersebut bisa saja habis / atau tiba tiba hilang. karena kondisi tertentu.

Ada 4 karakter yang dikisahkan dalam cerita tersebut, yang menghadapi situasi akan perubahan yang sama.

  1. Sniff - yang bisa merasakan serta mengantisipasi perubahan.
  2. Scurry – yang bergegas mengambil tindakan.
  3. Hem - yang mengutuk keadaan, marah terhadap perubahan dan menganggapnya tidak adil.
  4. Haw – yang pada awalnya enggan berubah tetapi pada akhirnya menyadari bahwa harus ikut perubahan yang terjadi disekelilingnya.

Keempat karakter tersebut mewakili, respon kita atas perubahan. Ada yang antisipasi, ada yang sigap bergerak, ada yang bersikap denial, dan ada yang masih ragu walaupun selamat akhirnya.


Yang terjadi saat ini.

Coba kita telaah lagi dan dicocokkan dengan kondisi seperti sekarang ini.

Mari analogikan Cheese di sini dengan pekerjaan kita. Sesuatu yang aku kira bisa kita rasakan secara sama, yang paling dekat dengan kita.

Saat sebelum pandemi ini datang, kita bisa pergi ke kantor setiap pagi. Bertemu teman teman, dan melaksanakan tanggung jawab kita masing masing.

Tanpa kita tahu bahwa ada sesuatu yang mengintai di belakang. Atau bida jadi pandemi ini, yang tiba-tiba mengambil Cheese tersebut dari kita.

Dan ketika pandemi ini terjadi, maka terbukalah pikiran. Yang tadinya cuma ada di bayangan, ternyata sekarang kejadian.


Jika menjadi Sniff,

harusnya kita tahu bahwa setiap saat, bisa jadi Cheese kita tadi habis atau "diambil" oleh keadaan. Mengatisipasi datangnya pandemi ini. Punya dana darurat, insurance, atau stream income lain untuk menopang "pondasi" agar tetap bisa berdiri.


Jika menjadi Scurry,

tidak secerdik Sniff, tapi dia masih bisa cepat bergerak untuk beradaptasi dengan perubahan. Segera melakukan tindakan guna mengamankan dirinya agar tetap bisa bertahan dengan kondisi yang terjadi. Dan belajar dari Sniff, untuk bersiap jika akan terjadi hal sama di depan.


Jika menjadi Hem,

teman toxic, yang bebal. Karena sudah diperingatkan oleh Haw pun, tetap tidak mau menerima keadaan. Marah terhadap apa yang terjadi, dan tidak mau berusaha untuk mencari Cheese yang baru. Karena sudah takut duluan dengan usaha yang dikeluarkan untuk mencarinya. Belum lagi jika tersesat yang menambah buruk situasi, pikirnya.


Jika menjadi Haw,

meskipun sempat ngikut dengan Hem, akhirnya Haw berpikir dia tidak dapat terus terusan diam. Tidak melakukan apa apa, dan menunggu keajaiban akan datang seseorang untuk mengembalikan Cheese yang dia kira miliknya. Dan nasibnya berubah jadi lebih baik, dan mendapatkan Cheese yang lain karena mau berusaha.


Bukannya menakuti, tapi iku naluri bertahan hidup ketika dirasa ada ancaman. Bisa milih lari atau milih untuk menghadapi.

Takut dalam porsi yang pas, baik tentunya. Membuat jadi waspada dan bersiap agar tidak terjadi kondisi yang lebih buruk nantinya.

Disadur dari http://artikel-teknologi-informasi.blogspot.com/2013/06/ulasan-artikel-dan-buku-who-moved-my.html

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!