RUBRIK TEKNO

Menyambut teknologi 802.11ax

by Ranggi Ramadhan

Sekarang kita masuk di dunia perangkat mobile, cloud dan IoT. Baik di tempat kerja, sekolah atau kampus hampir semua orang menggunakan berbagai perangkat mobile seperti smartphone, laptop, konsol game dan perangkat lain seperti smartwatch.

Orang-orang menggunakan berbagai macam aplikasi seperti misalnya voice dan video call dari gadget mereka atau bermain mobile legend dari smartphone. Dan ekspektasinya semua berjalan lancar tanpa ada lag.

Tidak ada yang mau video call patah-patah atau bermain game online tiba-tiba wifi lemot. Bisa dibilang pengalaman jaringan yang ingin dirasakan harus flawless.

Teknologi Wi-Fi 802.11ax atau saat ini dikenal dengan Wi-Fi 6 digadang-gadang akan memberikan pengalaman yang lebih amazing dibanding versi sebelumnya. Standar yang baru ini ideal untuk “dense deployments” / penyebaran padat pengguna seperti ruang kelas, mall atau stadion.

Itu dikarenakan 802.11ax meningkatkan troughput hingga 4X jika dibandingkan dengan teknologi sebelumnya 802.11ac. Kantor Beon yang berisi 40-50 karyawan pun bisa disebut “dense deployments” karena minimal tiap orang menggunakan 2 gadget yang terkoneksi dengan Wi-Fi.

Ditahun 2019 ini kita akan bersiap untuk teknologi 802.11ax. Sebagai teknisi ini saat yang tepat untuk mengajukan beberapa pertanyaan:

Kapan kita move on ke 802.11ax, apakah kita perlu upgrade switch yang kita punya ?

Akses poin yang mendukung 11ax memiliki performa yang lebih tinggi, memutuhkan power yang lebih tinggi, menciptakan kemungkinan jika kita upgrade wireless maka perangkat non-wireless seperti switch juga perlu diupgrade.

 

Bagaimana tentang keamanan?

11ax menggunakan WPA3 untuk keamanan termasuk juga enkripsi tingkat tinggi. Teknologi ini support untuk Enhanced Open membuatnya sangat mungkin untuk mengamankan jaringan terbuka seperti kafe, bandara dan restoran. Semua traffic dienkripsi menggunakan Open Wireless Encryption (OWE).

 

Konsumsi listriknya bagaimana?

Dengan performa lebih baik, ada potensi kebutuhan listrik yang lebih besar, untuk itu kita harus pintar memilih akses poin yang support 11ax tapi yang hemat daya.

 

Bagaimana dengan kebutuhan IoT?

Kedepan IoT akan semakin umum dijumpai. Yang sedang ramai saat ini gadget dengan Zigbee atau bluetooth. Kita harus pastikan perangkat 11ax yang akan ada bisa mensupport kedua fitur tersebut.

 

Kemudahan manage menggunakan cloud?

Perangkat baru harusnya memberikan kemudahan kita untuk melakukan manajemen. Akan lebih baik jika akses poin 11ax bisa dimanage dari cloud.

 

Kesimpulan dari pandangan saya

Untuk orang selain teknisi, bisa jadi tidak mau tahu menahu tentang ini. Yang penting Wi-Fi lancar sudah bikin happy. Semoga dengan implementasi dan migrasi ke 802.11ax bisa memberikan pengalaman menggunakan Wi-Fi yang lebih amazing dan melebihi ekspektasi. Agar semua orang bisa happy.

 

 

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!