Skip to content

INSIGHT & OUTSIGHT

Sadari 2 Hal Ini, Saat Ini.
Semoga Berguna untuk Masa Depanmu Nanti

by Syahrul Munir

Sebuah insight dari buku dengan judul When You Love a Broken Soul

_MG_2784

Pernahkah kamu mengalami sebuah kejadian di mana kamu merasa menjadi orang yang paling menderita? Jatuh bangun untuk mengatasi masalah tersebut, hingga ketika kamu hampir menyerah, dan pertolongan itupun datang. Yang pada akhirnya kamu bisa survive dari kejadian tersebut, dan mendapat pelajaran darinya.

Buku ini isinya sebuah cerita perjalanan 10 tahun kebelakang, seorang yang menyebut dirinya (istilah yang dia buat sendiri) sebagai Soul Healer. Naik turun, suka dan duka kehidupan sebagai seorang Life Coach.

Setelah kejadian yang menimpanya, dia merasa terpanggil untuk mendampingi orang-orang yang senasib dengan dirinya. Membantu keluar dari permasalahan yang mereka hadapi. Dari berbagai kesusahan hidup, uang, hingga relasi. (Broken Soul). Karena dia melihat dirinya dari orang-orang yang seperti itu.

Secuplik cerita dia.

Dalam perjalanannya selama sepuluh tahun, dia banyak sekali bertemu dengan klien dari berbagai macam latar belakang. Beberapa kasus yang pernah dia tangani juga dicantumkan.

Ada yang punya masalah seperti ini, kemudian dikasih solusi kayak gini. Dan seterusnya.

Dia menyimpulkan 2 penyebab yang sering kali jadi pemicu masalah-masalah klien yang ditanganinya. Yakni rasa Kesepian dan Amarah.

Kesepian jadi bagian yang kosong,

dan bagian yang kosong tersebut mencari sesuatu sebagai pengisinya. Perasaan tersebut tidak datang secara tiba-tiba, karena penyebabnya bisa saja terjadi ketika masa kecilnya.

Dicontohkan. Karena pola asuh orang tua, bisa jadi kekosongan yang anak alami akan terbawa selama dia tumbuh. Dan berdampak juga pada relasinya.

Kekosongan tersebut berusaha diisi si anak, yang merasa kurang mendapat perhatian. Dia akhirnya mencari perhatian/pelampiasan ke hal yang lain. Hal yang seringkalinya negatif.

_MG_2782

Poin yang kedua adalah rasa Marah.

Bisa jadi karena waktu kecil dulu sering dipukul dan dimarahi, anak meniru hal tersebut. Ketika besar sering melampiaskan kemarahannya, dia menjadi orang yang mudah memukul (ringan-tangan).

Dipendam atau dilampiaskan kemarahan tersebut jelas tidak baik. dan membuat jiwa sakit. Yang akibatnya bisa jadi kepada sakit fisik.

Solusi yang diberikan kepada dua masalah tersebut seringkali berkutat pada hubungan orang-orang terdekat, orang tua.

Sadar atau tidak, pengalaman masa kecil akan berdampak pada kehidupan yang sekarang. Membentuk diri yang sekarang ini. Beruntung untuk mereka yang sadar, sadar mendapat pola asuh yang diterima dirasa kurang baik. Dengan tanpa mengurangi hormat ke orang tua, tidak boleh menyalahkan keduanya. Dan berusaha untuk memutus siklus pola asuh yang kurang baik tadi.

Karena bisa jadi sikap orang tua adalah produk pola asuh orang tuanya yang menurun. Akhirnya pengalaman-pengalaman masa kecil membentuk apa yang dikenal Inner-child. Yang setiap orang mempunyainya. Inner child membawa pengalaman positif dan negatif yang diterima sejak kecil.

Seperti anak yang butuh perhatian, ada sosok anak yang ada dalam diri yang mempunyai kebutuhan akan cinta, kasih sayang, pernerimaan, pengasuhan, perasaan dipahami.

Maka yang pertama bisa dilakukan adalah pemenuhan untuk anak yang ada dalam diri dengan menjadi orang tua baginya, yang baik hati.

Untuk kebaikan diri sendiri, demi masa depan nanti.

_MG_2776

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

4 Comments

  1. Ranggi Ramadhan on 25 June 2019 at 13:40

    Mantulllll, soon akan pinjam bukunya 😀

  2. Sonia Cynthia on 30 June 2019 at 19:33

    ga mudah menjadi spt si ibu yg mau berbagi dan bantuin org lain yg pnya masalah, karna kebanyakan org jaman skrg bersikap “gak mau tau”, org kyk gitu skrg langka bgt mas

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top