Skip to content

BEDAH BUKU

The Philosophers

by Ranggi Ramadhan

Akhir akhir ini aku sedang menggandrungi bacaan bertema filosofi, setelah sebelumnya baca filosofi teras, akupun tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai dunia filosofi.

Buku kali ini berjudul “Para filsuf dari Plato sampai Ibnu Bajjah”. Isinya biografi singkat dari para filsuf, saking banyaknya sampai cerita tiap filsuf sangat pendek dan kurang dalem. Tapi disisi lain, melalui buku ini aku kagum karena pemikiran-pemikiran orang terdahulu. Aku kagum dengan bagaimana mereka berpikir tidak seperti khalayak orang pada umumnya.

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philo dan sophia. Philo berarti cinta dan sophia berarti kebijaksanaan atau kebenaran.

Kuberikan secuil kisah mereka,

  • Thales ( 625 - 545 SM)
    Thales mengembangkan filsafat alam kosmologi yang mempertanyakan asal mula, sifat dasar dan struktur komposisi dari alam semesta. Sebagai ilmuwan pada masa itu ia mempelajari magnetisme dan listrik yang merupakan pokok soal fisika.

Thales berpendapat bahwa dasar pertama atau intisari alam ialah air.

Oh meen, teori intisari alam adalah air sudah muncul di tahun 600an sebelum masehi.

 

  • Pythagoras (± 572 - 497 SM)
    Yak dari namanya kita sudah bisa menebak, beliau adalah cikal bakal rumus yang masih dipakai hingga sekarang. Menurut pemikirannya bilangan merupakan intisari dasar pokok dari sifat-sifat benda (Number rules the universe = bilangan memerintah jagat raya).

 

  • Anaxagoras (± 499 - 510 SM)
    Pemikirannya, realitas bukanlah satu, akan tetapi terdiri dari banyak unsur dan tidak dapat dibagi-bagi, yaitu atom. Atom ini sebagai bagian dari materi yang terkecil dari materi sehingga tidak dapat terlihat dan jumlahnya tidak terhingga.

         Warrbyasah! Tahun 500an sebelum masehi sudah ada kepikiran mengenai atom ?

 

Pada perkembangan selanjutnya, disamping pemikiran tentang alam, para filsuf Yunani pun banyak yang berupaya memikirkan tentang hidup manusia di dunia.Inilah cikal bakal filsafat sosial yang pada tahapan berikutnya mendorong lahirnya Ilmu-ilmu sosial dan politik.

Melalui kisah mereka aku belajar beberapa hal :

  • Bagaimana melihat sesuatu secara multi dimensi, artinya menilai sesuatu tidak hanya dari permukaan saja, tidak juga cukup dengan dilihat, tapi jauh lebih luas lagi.
  • Mengasah hati dan pikiran untuk lebih kritis, jaman sekarang fenomena hoax menjalar kemana-mana, dengan mempelajari filsafat kita tidak begitu saja menerima segala sesuatu tanpa terlebih dahulu mengetahui maksud dari pemberian yang kita terima.
  • Sebagai sumber inspirasi, hasil pemikiran mereka yang relevan dengan abad 21, bisa kita gunakan untuk mengarungi kehidupan ini.

Sekian dan Terimakasih!

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

1 Comment

  1. Syahrul Munir on 5 July 2019 at 19:14

    Dari buku tersebut Filosof yang paling berkesan bagi sampean siapa Mas? opo pemikirane?

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top