Perut Rata Bak Artis Korea Selama #dirumahaja, Ini Rahasianya!

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan #dirumahaja selama menjalani self-quarantine karena Covid-19. Salah satu kegiatan yang viral dilakukan oleh masyarakat social media adalah membuat Dalgona Coffee. Tentu saja saya juga turut serta menjajal resepnya. Easy peasy tidak ada tantangan kecuali tangan kemeng karena mixer di rumah rusak, jadi harus ngocok manual pakai sendok, dua puluh menit cuy. Tapi enak sih rasanya, nagih asli.

Lalu, ku mencari kegiatan lain yang bisa rutin dilakukan dan menantang. Yup, pilihan jatuh kepada olahraga atau bahasa kerennya workout. Mencoba challenge diri sendiri untuk setidaknya berolahraga minimal 3-5 kali dalam seminggu, karena merasa fisik semakin lemah akibat rebahan setiap hari.

Minggu pertama #dirumahaja, mulai nih browsing-browsing video workout buat beginner. Berdasarkan ilmu yang saya dapat melalui Google dan Youtube, sebelum menentukan jenis olahraga apa yang akan dilakukan, sebaiknya menentukan fokus terlebih dahulu bagian tubuh mana yang ingin dibentuk. Setelah ngaca di cermin depan-belakang, samping kanan-kiri, fix ini tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa fokus olahraga adalah ke perut yang semakin membuncit.

Keyword pencarian tutorial workout pun berubah, dari Home Workout for Beginner menjadi Abs Workout. Abs workout cuy, ngeriii. Dan disinilah kegloblokan dimulai.

Dari hasil searching di Youtube, ketemulah video dari Chloe Ting yang berjudul Get Abs in 2 WEEKS | Abs Workout Challenge.

Udah obsesi banget bahwa kalau aku ngikuti workout yang ada di video tersebut selama 2 minggu berturut-turut maka perut rata impian akan didapatkan. Dan perjalanan 2 minggu menuju perut ratapun dimulai:

Hari ke-1: Rasanya kayak mau mati. Walaupun Cuma 10 menit tapi sangat intens dan menguras banyak tenaga. Udah mau nyerah aja di hari pertama, tapi mengingat perut rata Mbak-mbah Korea, motivasi ku bangkit lagi.

Hari ke-2: Masih kayak mau mati plus njarem seluruh tubuh hasil dari workout di hari pertama.

Hari ke-3 sampai ke-5: Tetap kayak mau mati tapi berusaha konsisten dan komitmen setidaknya target selama 2 Minggu harus terpenuhi.

Hari ke-6 sampai ke-8: Terasa sedikit lebih mudah karena tubuh mulai beradaptasi.

Hari ke-9 sampai ke-10: Semakin mudah dan mulai muncul garis tengah kecil diatas perut wohooo girangnya bukan main. Saking girangnya, intensitas ditambah mulai dari sehari sekali di pagi hari menjadi sehari dua kali, pagi dan sore. Beginner serakah ya gini ini!

Hari ke-11 sampai ke-14: Tetap menjalankan pola latihan sehari dua kali.

Dan, challenge Abs Workout selama 2 Minggu pun terselesaikan dengan baik. Here’s the final result. Garis tengah kecil diatas perut yang mulai muncul di hari ke 9 semakin terlihat dan sedikit lebih panjang (((sedikit))). Di bagian kanan dan kiri perut atas mulai kopong dan sedikit ada bentuknya.Tapi eh tapi, perut buncit dan jelly dibagian lower abs tidak kemana-mana, tetap stay disitu, anteng, adem, ayem. Bida dibayangkan betapa aneh penampakkannya?

WHY? That’s my big question. Pagi, siang, sore, malam ku terus mantengin Youtube, cari di video-video Fitness Influencer jawabannya. Dan ketemulah satu video dari Yulia Baltschun yang berjudul Perut Rata Tanpa Olahraga || Sit Up Bikin Perut Buncit Tuh!!

Dan saya mendapatkan semua jawaban kegelisahan saya dari video tersebut. Berikut penjelasannya:

Perut buncit

Source: Video Youtube Yulia Baltschun

Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa susunan paling luar perut adalah Subcutaneous (stubborn fat under the surface) yang merupakan tumpukkan lemak jahat hasil dari makan makanan kotor berkalori tinggi, seperti gorengan, mie instan, bakso, mie ayam, lalapan apalagi ayam N*longso wuuuhhh udah krispi puedesss sambelnya banyak nasinya anget murah lagi OMG my fav. Nah, lemak-lemak hasil makan makanan tak sehat ini akan menumpuk dan menyebabkan perut buncit serta kalau dipegang genjur2 kayak jelly. Coba di pegang perutnya masing-masing ada jellynya ga?

Eh, tapi ada beberapa kasus yang makannya sembarangan, barbar tapi tetep langsing dan perut tidak membuncit? Kalau ini gak tau dah. Because, I do researches and studies based on my case. Ntar kalau nemu jawabannya ku share lagi yak!

Balik lagi ke topik, olahraga abs yang kulakukan selama 2 minggu intens itu tidak membantu mengurangi lemak di daerah Subcutaneous, bantu sih tapi mungkin sangat sedikit sekali. Fokus dari workout tersebut adalah untuk membentuk otot perut yang berada di garis biru pada gambar. Lah kalau lemaknya aja masih menutup di sepanjang perut, gimana ototnya mau nampak? Mangkanya garis yang muncul di bagian atas, kanan dan kiri perutku hanya terlihat samar-samar. Jellynya pun masih bertahan disitu gak geser sedikitpun karena olahraga ini tidak membantu untuk perutku yang saat ini masih ketutupan banyak lemak hiks.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Berdasarkan penjelasan di video tersebut, hal terpenting yang harus dilakukan ketika kita fokus mengurangi perut buncit yang disebabkan oleh makanan adalah dengan menjaga pola makan/konsumsi clean food. Clean food itu apa saja? Banyak sekali, seperti oatmeal, buah-buahan, sayur-sayuran, roti gandum dan hindari jenis makanan olahan yang mengandung banyak minyak, apalagi yang diolah menggunakan metode deep fried. Wah, ini sih sejujurnya sangat berat untuk saya yang pemula.

Dengan pola makan bersih saja sebenarnya sudah cukup sebagai syarat mendapatkan perut rata ala Mbak-mbak Korea tanpa ngos2an sit up, push up, crunches, burpees dsb. Kalau ingin perutnya memiliki toned, gak cuma rata-rata datar aja baru lakukan olahraga tadi. But, di beberapa case, ada juga yang perutnya buncit karena otot perut mengendur, bukan karena lemak. Nah, kalau case nya kayak gini olahraga tadi akan efektif membantu mengurangi perut buncit tersebut.

So, kenali diri, kenali tubuh jangan sampai salah memilih fokus dan treatment untuk diri sendiri.

Jadi, Indri sekarang gak olahraga? Cuma atur pola makan?

Hmmm, pola makan sejujurnya masih berantakan banget sih, gak clean food sama sekali. Kalau Ibu di rumah masak ayam goreng ya makan ayam goreng, masak tempe goreng ya makan tempe goreng, nasipun masih tetap nasi putih. Cuma lebih ngatur ke jam makan saja untuk menekan keinginan ngemil. Atur jam makan ini aku mengikuti metode Intermittent Fasting. Apa itu Intermittent Fasting? Kan sudah ada teknologi bernama Google, browsing dong hehe. Pada intinya, Intermittent Fasting ini adalah membatasi jam makan, misal dalam satu hari jam makan hanya 8 jam, selebihnya puasa makan, untuk minum tetap boleh ya.

Selain Intermittent Fasting, kebutuhan kalori per hari juga harus diperhatikan. Cara menghitung kebutuhan kalori bisa di cek di website TDEE Calculator. Kebutuhan kalori ku perhari kurang lebih adalah 2000, tetapi karena fokusku kalori defisit untuk mengurangi lemak, maka kebutuhan kalori per hari dikurangi 500 menjadi 1500. Nah, cara itung kalorinya gimana? Aku juga masih belajar, tapi untuk cara simpelnya misal aku mau makan mie ayam, aku browsing di Google: kalori semangkuk mie ayam. Hasil yang muncul aku pakai sebagai perkiraan saja. Ribet? Ah, enggak sama sekali. Orang tinggal buka Google dan ngetik doang!

Untuk olahraga, tentunya aku masih konsisten minimal 3 kali per Minggu. Yang berbeda adalah jenis olahraganya, jadi udah ga fokus ke abs lagi, melainkan olahraga yang bisa membantu membakar lemak seperti cardio atau HIIT (High Intensity Interval Training) yang buanyaaakkk sekali tutorialnya di Youtube, tetapi favoritku tetap Chloe Ting, karena workout nya masih sangat bisa diikuti, angle pengambilan video juga bagus, musiknya menyenangkan dan yang terpenting penjelasannya sangat sangat mudah dicerna.

Itulah sekelumit kisah saya mengenai kegiatan selama #dirumahaja. Bersyukurnya selama #dirumahaja ada satu hal positif yang mulai konsisten saya lakukan. Semoga tetap berlanjut sampai nanti Work From Home selesai dan kembali bekerja di kantor. Karena godaan makanan di kantor sungguh luar biasa. Apalagi buibu di meja HR-Finance, pagi-pagi udah ngajak beli bubur ayam halah halaaahhh :”.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!