Skip to content

INSIGHT & OUTSIGHT

Satu Tips Sakti yang Bisa Bikin Kamu Konsentrasi Biar Gak Gampang ke-Distraksi

by Syahrul Munir

Buku kedua setelah Filosofi Teras untuk #bacabikinhebat

Buku ini bercerita tentang penulis yang sukses mengelola AD(H)D-nya.

Ada apa dengan AD(H)D bisa kamu baca sebentar di sini.

Ketika aku baca-baca AD(H)D di internet kok contoh-contohnya semacam mirip denganku. Tapi aku juga tidak mau langsung Denial dan nge-framing kalo diriku juga AD(H)D. Karena kesimpulan tersebut harus lewat diagnosa oleh dokter terlebih dahulu.

Tapi setelah baca buku ini, tetap saja contoh-contoh yang disampaikan beberapa di dalamnya kok aku banget ya:

  • Entah apakah kamu pernah menemukanku dalam keadaan ngomong gak jelas. malah kadang beberapa kali aku revisi.
  • Sering menemukanku meninggalkan kompor menyala, yang hampir saja membakar dapur kantor, menggosongkan teko air, karena tak tinggal dan melupakannya.
  • Dan seringnya aku mengerjakan sesuatu hingga batas akhir. (Entah ini hanya malas dan kurang motivasi mungkin.)
  • Tapi jika sudah dalam keadaan hiper-fokus aku dapat dengan mudah mengerjakan sebuah tugas dalam "sekali duduk" seharian.
WhatsApp Image 2019-02-08 at 8.00.58 PM

Jadi penulis mencoba untuk berbagi pengalamannya, bagaimana orang yang susah fokus/mudah terdistraksi, pelupa, dan kurang dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu dapat mengatasi itu semua.

Cerita yang paling awal. Salah satunya adalah dengan trik agar tubuh dapat menghasilkan senyawa "Fokus dan Bahagia".

Senyawa tersebut adalah Dopamin, Serotonin, dan Adrenalin.

Untuk dapat fokus, otak AD(H)D membutuhkan dopamin lebih dari orang normal.

 

DOPAMIN adalah senyawa kimia di dalam otak manusia, yang bertanggung jawab atas rasa kesenangan (pleasure/ feeling good). Senyawa itu dihasilkan ketika kamu "merasa bahagia". Disamping efek yang dihasilkan dari kegiatan yang negatif (alkohol, obat-obatan, sex), banyak cara untuk mendapatkan senyawa dopamin ini.

Penulis mencontohkannya dengan sedikit ekstrem.

Dia hobi melakukan terjung bebas dari atas pesawat untuk mendapatkan rasa "DOPAMIN" ini. Tapi efek sampingnya dia dapat dengan mudah untuk langsung fokus melakukan pekerjaannya. Dia biasa melakukannya ketika akan memberikan seminar, atau bertemu dengan klien untuk mengerjakan proyek.

Terus bagaimana jika dia tidak sempat untuk melakukan hal tersebut tapi dia sedang butuh untuk fokus, misal akan datang untuk meeting?

Dia akan meminta izin terlebih dahulu untuk melakukan exercise selama beberapa waktu. Kurang lebih 10 menit!

Atau kalau masih saja tidak bisa, dia akan berjalan naik tangga menuju lantai 9 tempat dia akan meeting.

Ya, dopamin juga dapat dihasilkan dengan bergerak (baca: olah raga).

Banyak penelitian yang bilang olah raga tidak hanya dapat membuat lebih sehat, tapi juga lebih bahagia, lebih fokus, dan membuat lebih produktif.

Jadi setiap ada kesempatan dia akan melakukannya.


Kemudian jangan berikan otak dengan AD(H)D sebuah tugas tanpa deadline yang jelas.

Eh, tolong selesaikan ini secepatnya! / dengan segera ya..!

Akan lebih baik jika diberi tenggat waktu yang jelas dan realistis.

Karena kebiasaan mengerjakan pada menit terakhir. Ketika melihat tenggat waktu, dia akan sangat fokus dan berkonsentarasi untuk menyelesaikan tugas tersebut. Dan entah bagaimana caranya dia akan berusaha untuk menyelamatkan diri dari deadline.

Entahlah, aku akui memang hal tersebut merupakan kebiasaan yang buruk.

Tapi mungkin kamu juga tau rasanya "The Power of Kepepet", Adrenalinnya itu lho!

WhatsApp Image 2019-03-03 at 4.17.11 AM

Tanpa tenggat waktu yang jelas, otak AD(H)D akan cenderung untuk melakukan semaunya. Ketika diberi tugas, dia akan langsung memulai dan berusaha untuk menyelesaikannya sampai selesai.

Tapi ketika satu tugas tadi belum selesai, dan kamu menambahinya. Begitu hal tersebut terjadi, maka kedua tugasnya akan berakhir tidak selesai.


Lebih Jauh Lagi

Selain dengan olah raga untuk menaikkan mood, banyak tips yang ada di buku ini. Seperti dengan cukup tidur, makan sehat, mengurangi hal-hal yang membuat kamu terdistraksi secara profesional dalam hal kerjaan dan secara personal dalam kehidupan sehari hari ketika berinteraksi dengan orang.

Selain itu dia berbagi beberapa tools baik yang analog maupun digital untuk membuatnya lebih terorganisir. Dari mulai membayar asisten pribadi hingga daftar aplikasi untuk productivity.

Hal di atas merupakan cuplikan yang sangat sedikit dari buku Faster Than Normal, yang aku baca. Karena masih sangat banyak tips yang dibagian Peter aku tidak bisa menyebutkannya di sini.


Namun pada akhirnya dia menyarankan untuk cari tahu apa saja yang dapat membuat diri kita bekerja di saat yang terbaik. Dengan terus mencoba!

BTW, aku menulis sebagian artikel ini sewaktu perjalanan menggunakan kereta api menuju Malang. Yang kebetulan waktu itu aku gak dapat tempat duduk dan akhirnya ngemper di depan kamar mandi.

Terinspirasi dari penulis buku ini, Peter Shanksman.

Yang waktu itu dia dapat menyelesaikan sebuah 10 bab buku bisnis yang ditulisnya dalam sekali perjalanan pulang pergi menggunakan pesawat terbang dengan lama waktu 30 jam (15 jam sekali penerbangan) hanya untuk menulis buku tersebut, yang sudah beberapa kali ditagih oleh penerbit.

Seru juga ternyata! Mungkin bisa kalian coba 🙂

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

5 Comments

  1. Yolanda Krisnadita on 12 March 2019 at 00:46

    Wah Insightnya:

    Jadi untuk memfokuskan diri supaya tidak gampang terdistraksi adalah:

    1. Membuat perasaan dalam keadaan bahagia dimana Dopamin sedang banyak-banyaknya.
    2. Membuat time table tenggat dalam menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang rasional untuk diselesaikan.
    3. Meningkatkan gaya hidup sehat untuk menjaga stamina tubuh dan melatih fokus yaaa

    Manstullss!!!

  2. Putri Juwita Shinta Dewi on 13 March 2019 at 15:11

    Enak ya, kalau udah tahu kelemahan dan kelebihan diri.
    jadi bisa ngatur diri jadi lebih produktifnya pakai cara apa.

  3. Al Dinda Rachma Widyansari on 11 September 2019 at 15:25

    aku lagi baca baca artikelmu lagi rul, dan pas mampir di artikel ini jadi inget sama tulisan yang pernah dicetak dan di pasang di temboknya kantor “Pressure Is Good For You” nyambung sama the power of kepepet. 😀

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top