Mengenal Kepribadian Sangat Penting Saat Memulai Bekerja

Disaat memulai bekerja, kita pasti akan menghadapi proses rekrutmen terlebih dahulu. Lebih dari 60% HR team akan memulai proses tes personality terlebih dahulu. Pasti kamu menganggap tes personality hal yang sepele bukan? Nyatanya itu akan menjadi penilaian penting untuk tim HR saat akan merekrut karyawan.

Kamu bisa loh mempelajari personality kamu terlebih dahulu, Belajarnya dari mana sih? Yuk sini aku bahas terkait salah satu tes personality yaitu MBTI tes.

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)

Tes MBTI merupakan tes yang paling banyak digunakan diseluruh dunia, ada 16 tipe MBTI. Untuk melakukan tes MBTI terdapat beberapa cara :

Extraversion (E) – Introversion (I)

Ini adalah skala pertama dalam tes MBTI. Skala ini menggambarkan bagaimana cara seseorang merespons dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Extraverted atau extrovert menunjukkan pribadi seseorang yang lebih terbuka, senang melakukan banyak interaksi sosial, dan merasa berenergi setelah menghabiskan waktu bersama orang lain.

Sementara itu, introversion atau introvert merujuk pada pribadi yang lebih tertutup, menikmati interaksi sosial yang mendalam, merasa berenergi setelah menghabiskan waktu seorang diri, dan kurang suka berada dalam interaksi sosial yang melibatkan terlalu banyak orang.

Sensing (S) – Intuition (N)

Sensing dan intuition merupakan skala yang menggambarkan cara seseorang mengumpulkan dan mengolah informasi dari dunia sekitarnya.

Sensing menunjukkan kecenderungan seseorang yang lebih suka memberi perhatiannya pada fakta atau kenyataan yang ada. Oleh sebab itu, seseorang dengan tipe sensing senang mempelajari hal-hal baru dengan cara terlibat langsung ke dalam permasalahan yang sedang terjadi.

Sebaliknya, intuition adalah kecenderungan seseorang yang lebih menyukai informasi yang teoritis dan abstrak. Jadi, dalam proses mengumpulkan dan mengolah informasi, orang bertipe intuition cenderung akan mengandalkan intuisinya guna memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Thinking (T) – Feeling (F)

Skala yang ketiga ini digunakan untuk menilai cara seseorang dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ia kumpulkan dari skala sebelumnya.

Orang dengan tipe thinking cenderung akan membuat keputusan dengan mengedepankan fakta dan data yang objektif, misalnya dari pengalaman diri sendiri di masa lalu atau dari pengalaman orang lain. Dengan begitu, keputusan yang diambil diharapkan bisa minim kesalahan, adil, dan tidak memihak.

Sementara itu, feeling menunjukkan kecenderungan seseorang untuk mengambil keputusan berdasarkan kata hati atau dengan mempertimbangkan perasaan dan kondisi orang-orang di sekitar. Orang dengan tipe feeling biasanya berharap setiap keputusan yang diambilnya tidak akan menyakiti atau merugikan orang lain.

Judging (J) – Perceiving (P)

Judging dan perceiving merupakan skala terakhir dalam tes MBTI. Skala ini menunjukkan bagaimana cara seseorang menjalani hidup.

Judging artinya orang tersebut sangat teguh dan tidak mudah berkompromi untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan pendirian, nilai-nilai yang dipegang, atau rencana yang telah dibuatnya.

Sebaliknya, orang yang condong ke arah perceiving biasanya akan lebih fleksibel dan lebih mudah beradaptasi pada berbagai hal, terutama hal-hal yang belum pernah ia alami sebelumnya.

Setelah melakukan beberapa tes berikut kita bisa mendefinisikan karakter MBTI menjadi 16 bagian.

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.