Kenapa Metode KonMari Penting?

(sumber: Ivey, 2017)

Metode KonMari adalah metode dalam membentuk pola hidup dengan rapi. Metode Konmari terbentuk dikarenakan adanya permasalahan kerapian lingkungan yang kita tempati. Secara tidak langsung, lingkungan yang tidak rapi dapat menimbulkan sikap stress dalam pikiran kita, sehingga munculnya sikap yang tidak baik dalam kehidupan kita sendiri. Santi (2018) menyatakan, sebuah penelitian oleh Studi LexisNexis membuktikan bahwa manusia hanyak menggunakan 20 benda dari 100 benda yang dimilikinya, maka disimpulkan bahwa lebih banyak benda-benda yang tidak kita pakai. Banyaknya benda-benda yang kita miliki juga berpotensi untuk membuat lingkungan kita tidak rapi. Penelitian lainnya oleh Survei OnePoll, 1 dari 9 wanita pekerja sibuk menentukan pakaian yang digunakan yang mengakibatkan terlambat kerja. Sebanyak 3,680 Jam dalam seumur hidupnya, kita menghabiskan waktu dalam mencari barang yang hilang. Sehingga, solusi dari barang yang tidak ditemukan adalah dengan cara membeli kembali barang yang sama. Sifat konsumtif seperti itu pun mengakibatkan bertambahnya jumlah barang yang kita miliki.

(sumber: Mansfield, 2018)

Banyaknya barang dan tidak rapinya sebuah ruangan akan membuat kita merasa bahwa ruangan yang kita tempati memerlukan kapasitas yang lebih luas. Selain itu juga akan timbul kebingungan dalam memilih baju yang akan digunakan. Padahal, apabila barang yang tidak penting dikurang dan dirapihkan, perasaan perlunya kapastias yang lebih luas pun akan berkurang. Permasalahan dari kasus ini pun dikarenakan banyaknya barang, barang-barang ditempatkan tidak pada tempatnya, dan sikap menunda dalam merapikan ruangan. Kebiasaan buruk tersebut adalah sikap manusia yang menimbulkan lingkungan yang buruk juga. Seorang penulis dari Jepang bernama Marie Kondo menemukan solusi dalam membenah diri untuk membentuk sikap yang lebih rapi terhadap lingkungan. Solusi tersebut adalah dengan menentukan kegiatan (bersih-bersih barang) yang dapat memberikan rasa bahagia (spark joy) di setiap tindakannya. Hal tersebut lah yang disebut metode KonMari.

Bagaimana Menerapkan Metode KonMari

Santi (2018) mengatakan bahwa, prinsip metode KonMari ada 4, yang pertama dilakukan dengan cara mengurutkan barang berdasarkan kategori dengan cara mengumpulkan setiap barang per kategori menjadi satu, kedua menentukan barang mana yang memberikan kebahagiaan (spark joy), ketiga Semua benda ada tempatnya, dan keempat berbenah cukup sekali. Cara berbenah dalam metode KonMari dapat dilakukan dengan memvisualisasikan gaya hidup terlebih dahulu pada lingkungan kita. Gaya hidup dapat ditentukan berdasarkan hobi kita masing-masing. Tahap pertama dalam memvisualisasikannya adalah dengan mencatat setiap gaya hidup yang kita miliki. Setelah itu dapat juga mengkomunikasikannya dengan anggota rumah/lingkungan kita, sehingga akan ada sifat persuasif untuk melakukan metode KonMari. Terakhir, tentukan kapan untuk melakukan metode tersebut (dijadwalkan), pada metode KonMari juga disebut sebagai Tidying Festival. Tidying Festival adalah kegiatan 1 hari per minggu untuk melakukan berbenah barang baik dengan cara bersih-bersih yang sifatnya bersama-sama (festival). Pada metode KonMari, bersih-bersih yang diterapkan dilakukan dengan memfokuskan barang pada yang akan kita simpan. Terdapat 4 nilai sebagai penentu barang yang akan disimpan, yaitu nilai fungsional, informasional, sentimental, dan kelangkaan. Semakin banyak nilai pada barang yang dimiliki, semakin tinggi peluang barang tersebut disimpan, maka apabila semakin dikiti nilai barang yang dimiliki, semakin tinggi peluan barang tersebut dibuang.

Penerapan KonMari Berdasarkan Pengalaman Hidup

Pengalaman saya dalam melakukan berbenah lingkungan berdasarkan metode KonMari adalah merapikan kertas-kertas pada kamar saya untuk mengurangi jumlah kertas yang bertumpuk. Kertas-kertas tersebut berupa kertas fotokopi administrasi kuliah, laporan mata kuliah, kwitansi dari hasil membeil barang, dan sebagainya. Pada proses merapikan kertas, saya menentukan kertas mana yang disimpan dan yang tidak berdasarkan 4 nilai yang ditentukan oleh metode KonMari. Kertas-kertas yang saya miliki umumnya bernilai fungsional dan informasional. Apabila terdapat kertas yang tidak memiliki nilai tersebut seperti fotokopi/kwitansi yang sudah tidak dipakai, maka saya memutuskan untuk membuang kertas tersebut. Kemudian kertas-kertas yang akan disimpan, saya simpan  pada map besar dengan tujuan kertas tersebut memiliki wadah yang aman dan layak untuk menyimpan kertas tersebut.

Penerapan lain dalam pengalaman saya adalah, pemilihan pakaian atau barang-barang yang saya gunakan. Inti penerapan dalam metode KonMari adalah menghasilkan kebahagiaan (spark joy). Segala barang yang saya gunakan, seperti pakaian, tas, laptop, handphone, dan sebagainya saya tentukan manakah yang mengahasilkan kebahagiaan atau tidak dengan warna yang saya sukai. Sehingga dengan warna yang saya sukai ada di dalam diri saya (di dalam barang yang saya gunakan) akan membuat saya nyaman dan menimbulkan sikap positif (seperti percaya diri).

SUMBER

Santi, Elsi. 2018 : https://www.youtube.com/watch?v=5Z75T5ajM8g
Santi, Elsi. 2018 : https://www.youtube.com/watch?v=lkkvrikris0
Ivey, Kristyn. 2017 : https://fortheloveoftidy.com/konmari-tidying-lesson/the-konmari-wheel-of-impact/
Mansfield, Becky. 2018 : https://www.yourmodernfamily.com/clutter-causes-stress/

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!