Apa itu Pendewasaan?

Pendewasaan diri hanya bisa dibentuk dengan sikap kita terhadap masalah-masalah yang kita hadapi. Banyak yang bilang bahwa umur bukan lah parameter dari sikap dewasa kita, sehingga muncul sebuah pernyataan “Dewasa itu pilihan, tua itu kepastian”. Pernyataan tersebut pun membuka pemikiran saya mengenai pendewasaan diri. Maka dari itu, perubahaan diri kita menjadi lebih dewasa perlu parameter-parameter yang dapat diukur, tetapi bukan umur kita sendiri. Menurut saya, parameter-parameter perubahan diri kita menjadi lebih dewasa sangat banyak. Terdapat 5 indikasi/parameter yang menurut saya adalah penentu apakah kita sudah dewasa atau belum, yaitu:

Sikap/Perilaku

Kita selaku makhluk sosial pasti akan melakukan yang Namanya komunikasi/interaksi, baik itu komunikasi secara langsung dan tidak langsung. Sikap kita dalam berkomunikasi dengan orang lain sangat berdampak kepada pandangan orang lain tentang diri kita. Perlu sebuah adab yang harus kita terapkan selama kita menjadi makhluk sosial. Banyak sekali adab-adab yang dapat diterapkan, seperti adab berpakaian, adab bertamu, adab berbicara, dan lain-lain. Apabila disimpulkan, terdapat satu kata yang mencerminkan bagaimana kita bersikap/berperilaku, yaitu Etika. Sehingga perlu penanaman etika yang baik pada diri kita sendiri untuk mencapai sebuah pendewasaan.

Beban Hidup

Makna dari parameter ini adalah, bagaimana kita merespon atau bertindak dari setiap beban-beban yang kita pikul selama kita hidup. Contohnya adalah, seorang mahasiswa pastinya akan mendapatkan beban mengenai tugas yang banyak tapi waktu pengumpulan yang sebentar. Contoh lainnya, seorang mahasiswa dalam menghadapi teman yang memiliki dampak buruk pada kita. Masih banyak contoh-contoh beban hidup lainnya. Maksud dari penyampaian beban-beban tersebut adalah, seharusnya kita sebagai manusia mampu untuk tetap kokoh dan kuat dalam segi mental dari beban tersebut dan tidak menghindarinya dengan segala alasan. Ketika kita mampu menghadapi beban tersebut, maka kita lebih dekat lagi menuju pendewasaan diri.

Pola Pikir

Banyak pola-pola pikir yang perlu dimiliki untuk menjadi orang yang lebih dewasa. Pola-pola pikir tersebut adalah kritis, rasional, terstruktur, dan inovatif. Pola pikir kritis adalah pemikiran yang menganalisa dan mengevaulasi dari suatu objek (kasus). Pola pikir rasional adalah pemikiran yang terbentuk berdasarkan data dan fakta yang ada. Pola pikir terstruktur adalah pemikiran yang berdasarkan sebab akibat dari suatu objek (kasus) dan dengan cara runtut. Pola pikir inovatif adalah pemikiran yang out of the box, atau juga sebuah pemikiran yang baru yang dikembangkan dari pemikiran-pemikiran sebelumnya. Pola-pola pikir tersebut lah sebagai indicator untuk menjadi seorang yang lebih dewasa.

Tanggung Jawab

Umumnya, kita sebagai manusia memliki sesuatu hal yang harus dipertanggungjawabkan. Salah satu penentu bahwa kita orang yang bertanggungjawab adalah mampu menghadapi masalah  dan adalah mampu melaksanakan kewajiban tersebut. Dua hal tersebut saling berkesinambungan, artinya ketika kita mampu menghadapi masalah yang ada dan dapat menyelesaikannya, maka dapat dikatakan mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban yang kita miliki.

SUMBER

Weyburn, 2016 : https://www.weyburnreview.com/news/are-you-a-risk-taker-or-are-you-cautious-1.2220123
Edmondson, Ron. 2012 : http://ronedmondson.com/2012/09/things-that-make-you-grow-up.html

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!