Do what you love, and don’t stop until you get what you love. Work as hard as you can, imagine immensities

Dua Pola Pikir Dasar yang Membentuk Kehidupan

- Hendry Yoga -

 

“Do what you love, and don’t stop until you get what you love. Work as hard as you can, imagine immensities…” - Debbie Millman -

 

Pernahkah nggak kamu berfikir, bagaimana proses ketika kamu berfikir "Aku nggak bisa main badminton nih, nggak bakat" Atau kamu ragu-ragu "Duh, gimana ya kalau gagal?"


Bunda Carol Dweck dalam risetnya menyatakan hal berikut :

Salah satu kepercayaan paling mendasar yang kita bawa tentang diri kita berkaitan dengan bagaimana kita memandang dan menghuni apa yang kita anggap sebagai kepribadian kita

 

Fixed Mindset beranggapan bahwa karakter, kecerdasan, dan kreativitas manusia adalah suatu bakat yang dibawa sejak lahir, yang mana kita tidak bisa merubahnya dengan cara apapun. Dan kesuksesan adalah penegasan dari kecerdasan yang sudah melekat dari bakat.

Di sisi lain, Growth Mindset. Berjuang dalam menghadapi tantangan dan melihat kegagalan bukan sebagai bukti kecerdasan, tetapi sebagai batu loncatan bagi pertumbuhan dan untuk memperluas kemampuan kita yang ada.

 

Dari dua pola pikir ini, yang kita wujudkan sejak usia sangat dini, memunculkan banyak perilaku kita, hubungan kita dengan kesuksesan dan kegagalan dalam konteks profesional dan pribadi, dan pada akhirnya menjadi kapasitas kebahagiaan kita

 


Lalu, gimana sih cara merubah fixed mindset menjadi growth mindset gitu ?

How To Change Mindset

Oke, ini bagian yang paling menyenangkan ketika kita punya mindset yang berkembang.

Misalnya kamu mengidentifikasi bahwa kamu adalah seorang yang memiliki fixed mindset di bidang tertentu dalam hidupmu. Apa yang bisa kamu lakukan?

Bunda Dweck telah menemukan bahwa hanya dengan mempelajari growth mindset dapat mempengaruhi kita dan menyebabkan perubahan cara pandang. Semakin kita mendalami, maka semakin banyak perubahan yang akan terjadi secara tidak kita sadari


4 Langkah proses untuk merubah mindset

Kunci perubahan mindset terletak pada self awareness.

Untuk merubah mindset, kita perlu mengidentifikasi situasi yang menjadi trigger terciptanya mindset.


Step 1: Belajar mendengarkan "suara" dari fixed mindset yang kita miliki

Suaranya mungkin terdengar seperti ini "apa kamu yakin bisa melakukannya?" atau "Gimana jika gagal?"

Lalu setelah kamu menemui rintangan "Seandainya aku sepintar dia" atau "Benar kan! Harusnya nggak usah"

Disaat semakin parah, itu bisa jadi blaming "Itu bukan salahku. Aku kan tidak berbakat" atau "Lha dipikir mereka itu siapa, kok menyalah-nyalahkan"

Sekalinya kamu tahu, kamu punya fixed mindset, kamu pasti bisa mengatasinya.


Step 2: Percayalah, kamu punya pilihan

Kamu bisa menafsirkan "suara" ini dengan dua cara berbeda: Tantangan atau kritik bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki kemampuan.

Tantanglah dirimu, tingkatkan effortmu, lalu ubahlah strategimu dan teruslah berkembang.


Step 3: Ciptakan "Suara" growth mindset untuk menjawab fixed mindset

Saat fixed mindset berkata "Apa kamu yakin dapat melakukannya? Mungkin kamu tidak memiliki bakat. "

Jawab dengan growth mindset "Aku tidak yakin bisa melakukannya sekarang, tapi aku bisa belajar dengan waktu dan usaha."

Atau saat kamu berfikir mau nge-blame orang lain. Ubahlah "Jika aku tidak bertanggung jawab dan menyalahkan orang lain, maka aku tidak akan punya kesempatan memperbaikinya. Biarkan aku dimarahi — betapapun menyakitkannya itu — tapi aku akan dapat pelajaran dari hal itu. ”


Step 4: Ambil tindakan

Setelah di step 3 kamu bisa menanggapi "suara" dari fixed mindset. Pastinya kamu akan punya banyak pilihan jawaban growth mindset untuk meng-counter nya.

Pilihlah.. Ambil tantangan itu, belajarlah dari kegagalan, bertahanlah, terima feedback dari orang lain.. Dan tanpa sadar, kamu akan bangga mencapai keberhasilan dari growth mindsetmu

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!