Skip to content

Belajar Growth Mindset dari Diana Hasibuan, Sarjana Tertua Indonesia

Menuntut ilmu tidak berbatas waktu. Kalimat motivasi ini seringkali kita dengar untuk membangkitkan semangat kita agar terus belajar meski tak lagi mengenyam bangku sekolah.

Sayangnya tidak semua orang memahami bahkan menerapkannya di kesehariannya. Selesai bangku kuliah, ya berhenti membaca literatur. Selesai bekerja, merasa tidak ada waktu lagi untuk membaca buku. Akhirnya perputaran ilmu berhenti begitu saja. Bahkan ilmu yang telah didapatkan sedikit demi sedikit memudar.
Hayo adakah yang merasa seperti itu?

Jika dari kalian sudah mulai merasa meninggalkan kegiatan “belajar” itu, maka kalian perlu mendengar cerita dari seorang ibu Diana Patricia P. Hasibuan, mahasiswa tertua di Indonesia.

Ibu Diana, seorang ibu rumah tangga yang mulai mengenyam S1 di usia 65 tahun, dan terus melanjutkan pendidikannya hingga tingkat Doktoral (S3) di usia 77 tahun. Di tengah kemajuan teknologi, ternyata ibu Diana masih menggunakan mesin ketik untuk menyelesaikan seluruh tugas kuliahnya. Bayangkan, disertasi sebanyak 315 halaman beliau ketik sendiri selama 3 bulan lamanya. Sungguh rajin, bukan?

Tentu ada motivasi luar biasa yang menggerakkan ibu Diana untuk berkuliah di usia tua. Dari acara talkshow Kick Andy dan beberapa sumber lainnya, ibu Diana bercerita bahwa keinginannya berkuliah sebenarnya sudah ada sejak dia muda. Namun karena beliau merasa masih memiliki tanggungjawab untuk mengurus rumah tangga, maka ibu Diana menyimpan sementara keinginannya namun tidak memadamkan semangatnya untuk berkuliah suatu saat nanti. Bisa kita membayangkan, pasti sungguh berat ya melalui kegiatan perkuliahan dan tugas-tugasnya di usia senja. Namun sepertinya tidak berlaku bagi ibu Diana.

Jika mengaitkan dengan materi Growth Mindset yang di sampaikan di sharing session pertengahan Desember lalu, sepertinya inilah yang menjadi kunci mengapa ibu Diana bisa segigih ini. Beliau memiliki Growth Mindset yang sudah tertanam kuat yang membuat dirinya ingin terus bertumbuh dan memperkaya diri dengan ilmu.

Beliau memiliki self change, belief dan self confidence yang menjadi modal Growth Mindset sehingga usia tak menjadi halangan untuk terus berkembang.

Saya pun menyadari, mindset seperti inilah yang harus ada di generasi saat ini. Di tengah banyaknya informasi dan kemudahan mendapatkannya justru seharusnya bisa mempermudah kita untuk meningkatkan kapasitas diri dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Tinggal menanamkan modalnya yaitu Growth Mindset.

Saya pun langsung tertarik memulai langkah kecil dengan membiasakan membaca 1 buku 1 bulan. Ternyata semesta mendukung. Tak sengaja beberapa rekan di kantor juga memiliki misi yang sama, akhirnya kamipun sepakat membentuk grup #BacaBikinHebat di WA dengan tujuan bisa saling mengingatkan, memotivasi dan cross sharing ilmu dari buku yang kita baca. Mudah-mudahan teman-teman juga sudah memulai aktivitas serupa ya untuk memupuk Growth Mindset ini.

Sekian dari saya, akhir kata “Usia Boleh Bertambah, Growth Mindset Tetap Dijaga”.

Terima kasih.

N.B. Bagi teman-teman yang berminat join #BacaBikinHebat , bisa comment dibawah ini ya, nanti saya posting Commitment Point nya 🙂

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

12 Comments

  1. Amira Rudi on 11 January 2019 at 00:11

    Wow baca story mbak lona, sekarang sudah mencapai berapa buku?

  2. Ranggi Ramadhan on 11 January 2019 at 10:27

    Sungguh menginspirasi !

    PS. Semakin senior maka artikel yang dibuat juga mengarah kesana ya kak 😆

  3. Sonia Cynthia on 12 January 2019 at 09:50

    mantap mbak semoga di era milenial saat ini byk jiwa2 muda yg punya semangat belajar spt Ibu Diana!

  4. Henry Yudha Purnama on 14 January 2019 at 09:21

    selain growth mindset, ibu ini mengajarkan pada kita bahwa :
    1. konsistensi adalah kunci. beliau konsisten untuk menjaga semangat belajar nya
    2. *semua butuh proses* : yg instant di dunia ini hanya mi gelas. yg lain perlu proses.

    • Lona Putri Rikasasi on 14 January 2019 at 11:07

      Benar, terkadang kita hanya punya semangat yang besar, tapi tidak konsisten mempertahankannya. Sama kayak mie instan, rasanya enak di awal, tapi tidak baik juga untuk kesehatan.

  5. Syahrul Munir on 1 February 2019 at 19:03

    Menuntut ilmu sampai ke negeri cina..
    Tetap semangat belajar walau usia senja..

  6. Yolanda Krisnadita on 8 February 2019 at 13:44

    Cerminan bahawa belajar tidak bergantung pada usia, selama ada semangat dan usaha pasti bisa

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Scroll To Top