Hari-hari sebelum bertemu konmari

Saya adalah orang yang senang melihat sesuatu berada pada tempat semestinya, berbenah itu kegiatan yang sangat menyenangkan bagi saya terutama setelah melihat hasilnya. Seperti contohnya saat semua barang yang masih bernilai atau masih bisa “dipakai” saya masukkan semua kedalam kardus tidak hanya kardus kecil tapi kardus dengan ukuran yang sangat besar. Ketika semuanya sudah rapi dalam satu kardus besar, saya lupa apa saja didalam kardus tersebut, ketika saya cari-cari barang kardus tersebut saya udar udar lagi dan males banget kalau mau mengembalikan ke kondisi semula, alhasil semua jadi berantakan “lagi”.

Sama halnya dengan pakaian yang saya punya, semua sudah dipastikan rapi dan kembali pada tempat semestinya, beberapa waktu berselang baju yang rapi kembali berantakan, karena saat mengambil merusak tatanan baju sebelumnya, mau mengembalikan baju yang tidak jadi dipakaipun jadi PR tersendiri, semuanya jadi repot alhasil semua berantakan “lagi”.

Mulai lelah

Kalau begini terus capek dong, akhirnya saya berinisiatif mulai beres beres dari tempat tempat tertentu, misalkan malam ini saya beres beres bagian depan rumah terutama kardus yang menumpuk, malam berikutnya tetap bagian depan rumah bagian sepatu sepatu,malam berikutnya mengepel bagian depan rumah. Yang saya rasakan beres-beres model ini (mencicil) capek sekali, tiap hari harus beres beres, belum lagi kerdus yang ada tetap aja kerdus bekas yang ditata sebagaimana rupanya juga tetap kelihatan tidak rapi.

Dari situ saya bertanya pada diri saya sendiri, apa yang kurang ya? kenapa beres beres hampir tiap hari seperti tidak ada habisnya ? Semua kembali berantakan, akhirnya mental saya pun jadinya mengentengkan, ah nanti juga kotor lagi, ah percuma nanti berantakan lagi.
Sampai satu momen ada informasi sharing session yang dipost Yolanda HR angels. Sharing session mengenai konmari https://gameplay.beon.co.id/sharing-session/sharing-session-berbenah-menentukan-arah/ .

Aha! mungkin ini solusinya

Wah menarik nih!, “gumam saya dalam hati”. Akhirnya penasaran apasih konmari itu ? googling dan cari informasi ternyata konmari adalah sebuah seni beres beres, lho beres beres kok leren diajari ? bukannya dari kecil juga kita tahu cara beres beres. Saya tahu kok caranya beres-beres (tahu apa sok tau lu tong) ? karena kita tahu disekolahpun tidak ada pelajaran yang khusus membahas tentang beres beres.

Hari bertemu dengan konmari

Waktu berjalan ternyata hari ini 9 November 2018 dan menunjuk waktu 14.00 WIB , tiba saatnya sharing session konmari. Sharing session diberikan oleh Kakak Elsi Santi seorang praktisi konmari, Singkat ceritaaa dari acara tersebut keresahan saya selama ini terjawab,

  1. Ternyata beres beres itu tidak perlu dilakukan dengan cara mencicil, cukup sekali beres beres sisanya tinggal bahagia
  2. Apa yang miss dari beres beres yang saya lakukan adalah tidak ada sama sekali barang yang dibuang *red diikhlaskan
  3. Barang masuk kerumah lebih banyak daripada barang yang keluar dari rumah.
  4. Saya terlalu banyak beli barang yang sebenarnya bukan kebutuhan saya.

Semesta mendukung

Fix besoknya alias 10 November 2018 adalah waktu yang tepat untuk beres-beres dengan metode konmari, sebelumnya saya perlu sharing dulu dengan istri, karena sebenarnya konmari adalah aktualisasi dari dalam diri kita, mau seperti apa kita menjalani hidup sehari-hari, dalem banget bosq.
Malam hari dihari itu 9 November 2018 mas adib share ke live at beon , beliau memiliki buku konmari. Tanpa berpikir panjang saya datangi rumahnya untuk pinjam dan segera baca akhirnya alhamdulillah buku tersebut saya selesaikan besok siangnya 10 November 2018 (kuputuskan jadi hari festival konmari saya).

Tepat setelah buku khatam, ditambah koordinasi dengan istri beres, selanjutnya saya mulai menjalankan aktivitas konmari. Untuk barang pribadi saya sendiri karena di konmari perlu dicatat barang orang lain bukan termasuk area berbenah kita. Tidak bernilai bagi kita belum tentu sama tidak bernilainya menurut orang lain BRO!

“Kuncinya, simpan barang yang spark joy (buat kamu bahagia) sisanya ikhlasin aja”.

  • Value yang bisa dijadikan pertimbangan dari setiap barang adalah :
    a. Fungsional (misal baju apa masih bisa dipakai ?)
    b. Informasional (misalkan itu baju kerja)
    c. Sentimental (misal baju pemberian kakek yang sayang kalo diikhlasin)
    d. Rarity (misal baju spesial yang tinggal satu-satunya didunia)

Saatnya beraksi!

1. Dimulai dari clothes,
semua pakaian,termasuk pakaian luar dan dalam, kaos kaki,topi, sarung tangan saya tempatkan di lantai untuk dipilih pilih, saya pegang satu persatu, merasakan pakaian ini menimbulkan kebahagiaan atau tidak, istilahnya spark joy atau enggak.
Walhasil hanya total 1/4 dari semua pakaian yang saya punya spark joy, sisanya hanya jadi “beban” bagi saya.
2. Berlanjut ke buku,
buku dirumah tidak terlalu banyak jadi sangat mudah menyortir buku.
3. Kertas
Selain berbenah, menimbun ternyata adalah hobby saya, dokumen mulai smp sampai sekarang masih tersimpan meskipun ternyata kertas kertas tersebut sudah tidak ada gunanya. Mangkanya barang dirumah kok terasa banyak. Akhirnya saya berterimakasih pada kertas-kertas tersebut saya buang semua kertas yang memang tidak memiliki value lagi.
4. Komono aka pernak pernik
Pernak pernik juga cukup banyak, banyak yang masih disimpan karena memiliki value, sisanya berencana dilelang dikantor
5. Sentimental goods
Barang sentimentil dikeep karena menghasilkan joy, seperti foto bareng istri, koin koin luar negeri pemberian orang dll

Saya utilisasi kotak-kotak sepatu bekas untuk meletakkan barang barang yang spark joy, meletakkan semua sesuai keinginan saya.

Semua jadi enteng bro!

Setelah fase ikhlasin aja berlalu, seketika semua jadi enteng, kertas dan kardus dibawa oleh ibuk ibuk pencari rongsokan, raut bahagia muncul dari wajahnya, ternyata kardus dan kertas yang menurut saya gak bergunapun bisa membahagiakan orang lain. Belum lagi tumpukan baju yang sudah tidak saya pakai,

kata ibuk pembawa rongsokan “Alhamdulillah mas kenek digawe mulutan *red maulidan” Luar biasa!

Selain itu saya merasa lebih bahagia saat dirumah, barang-barang yang tersisa memang barang yang membuat saya bahagia semua lebih enteng, keinginan memperbaiki knalpot yang dulu dulu hanya wacana bisa saya kerjakan, yang sebelumnya garap tugas kuliah terdistract barang barang sekitar tidak terjadi, saya bisa lebih cepat garap tugas kuliah. Saya merasa jadi punya waktu lebih untuk melakukan hal-hal yang selama ini ingin saya lakukan.
Wacana mengganti penutup jendela pun jadi bisa saya kerjakan, dari sebelumnya menggunakan kalender bekas yang saya tidak suka, digantikan kertas manila biru yang lebih menarik.
Tiba tiba jadi perhatian ternyata karpet kamar mandi sudah buluk, perlu dicuci dan perlu punya pengganti yang baru

Testimonial

AJAIB! itu satu kata yang muncul setelah melakukan konmari, kuncinya lakukan berbenah dalam sehari saja lalu efeknya langsung muncul setelahnya.

Selanjutnya target saya festival berbenah akan dilakukan setiap bulan. Dimana hari-hari saya sudah tidak perlu memikirkan beres beres, karena semuanya sudah saya taruh pada tempatnya.

Terlampir foto setelah konmari, sebelumnya belum difoto karena selain tidak sempat, juga tidak tega.

Baju saya lipat konmari bro!

Barang yang diikhlasin

Terlampir juga barang-barang yang sudah SOLD OUT, dilelang dikantor.

Barang yang dilelang

Selamat berkonmari ria!

PS: Ini tulisan panjang pertama saya, pokoknya tak tulis dulu semua, editnya belakangan. Terimakasih!

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!