Photo by <a href="https://unsplash.com/@julienlphoto?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Julien L</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/emotional-quotient?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a>
Photo by Julien L on Unsplash

Manusia memiliki 3 kecerdasan yaitu, IQ, EQ dan SQ. ketiga kecerdasan ini saling berhubungan dan mempunyai peranan masing-masing. jika ketiga kecerdasan berikut bisa kita manfaatkan dan maksimalkan dengan baik, banyak sekali keuntungan yang akan kita dapat untuk diri kita sendiri. Tapi, kali ini hanya akan membahas tentang EQ.

Emotional Quotient (EQ) adalah kecerdasan yang berhubungan dengan perasaan. Apakah EQ itu penting? Tentu, karena pengelolaan EQ yang baik merupakan bentuk dari menghormati dan menghargai diri kita sendiri agar diri kita sendiri merasa sadar dan termotivasi bahwa ada tujuan mulia yang harus kita capai dalam hidup kita. EQ juga sangat penting di kehidupan sehari hari karena membantu kita dalam hal berinteraksi dengan masyarakat luas.

"Everybody has a calling. And your real job in life is to figure out what that is, who you were meant to be, and to begin to honor that in the best way possible for yourself"

- Oprah Winfrey

Apa hubungan antara kontrol diri dan EQ?

Dengan pengelolaan EQ yang baik, kita akan mendapatkan control diri yang baik. Contohnya Ketika kita sedan berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda pendapat atau yang tidak satu tujuan dengan kita. Pasti akan banyak sekali perdebatan yang memunculkan emosi. Pada saat itulah, pengelolaan EQ yang baik sangat berguna, karena kita dapat mengontrol cara bicara kita, mengontrol untuk tidak melakukan tindak kekerasan.

Bagaimana cara kontrol diri?

Untuk mengontrol diri, kamu harus mengetahui diri kamu terlebih dahulu, dengan cara menerapkan segitiga keseimbangan emosi, yaitu :

  • Apa yang saya pikirkan?
  • apa yang saya rasakan?
  • seperti apa diri saya?

Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, kita dapat dengan tenang dan mencari solusi terbaik ketika menghadapi sebuah masalah yang ada. Seperti ketika kita berbeda pendapat dengan rekan kerja kita dan diri kita mulai terpancing emosi. pada saat itulah kecerdaan emosional kita terlihat, apakah sudah berhasil mengelola emosi kita atau belum. Jika pengelolaan EQ sudah dilakukan dengan baik dan benar, maka segala Tindakan kita tidak akan mengarah ke hal-hal negative.

Tips-tips lain untuk meredakan emosi:

  • Berhitung
  • Tarik nafas dalam dalam
  • teriak
  • Mendengarkan music
  • Berolahraga

Terimakasih sudah membaca, stay positive!

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

About Bryan Aulya Achmad Istighfara