How the Girl Becomes a Goddess

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang siapa dan apa itu Kumari. Nah di artikel kali ini akan dibahas tentang bagaimana sih seorang anak kecil bisa menjadi Kumari yang dipuja oleh seluruh rakyat Nepal?

Kumari diyakini sebagai sosok reinkarnasi Dewi Kali, dewi Hindu yang dikaitkan dengan kegelapan, kematian, dan kehancuran, namun sekaligus juga bisa mewakili pembaruan, pembersihan, serta ibu.

Tentunya syarat-syarat yang ada tidaklah semudah yang dibayangkan karena bersangkutan dengan agama dan kepercayaan rakyat Nepal.

  • Seorang anak perempuan yang belum pubertas
  • Tubuhnya harus seperti pohon beringin
  • Pahanya harus seperti rusa
  • Bulu matanya seperti bulu mata sapi (lentik)
  • Warna mata hitam legam
  • Jumlah dan bentuk gigi (utuh 20 buah)
  • Warna rambut hitam legam
  • Penanggalan lahir
  • Jenis suara

Ketika Kumari terpilih, ada sebuah ritual perdana yang harus ia ikuti. Namanya Kalratri atau Malam Kelam. Dalam ritual ini, 108 kerbau dan kambing dikorbankan. Sang Kumara Devi terpilih kemudian dibawa ke halaman kulit Taleju. Di sana kepala binatang korban yang sudah disembelih diterangi cahaya lilin dan para lelaki bertopeng menari di sekelilingnya.

Kumari kemudian harus bermalam di sana bersama kepala-kepala binatang korban tersebut. Ia tak boleh menunjukkan rasa takut sedikit pun. Kalau dia berhasil dan lolos dalam ritual ini, ia akan mengikuti ritual selanjutnya untuk membersihkan masa lalunya. Sejak detik itu pula, ia tak diizinkan untuk menemui keluarganya sampai nanti waktu mengizinkannya kembali (sampai masa haid pertama).

Kumari yang terpilih tidak boleh menapak tanah karena dianggap terlalu mulia, maka seorang Kumari selalu digendong, dinaikkan ke tandu atau duduk disuatu singgasana. Kumari juga dilarang untuk pergi ke sekolah alias menjalani home schooling. Dalam setahun, umumnya cuma 13 kali ia keluar rumah atau terlihat dimuka umum.

“diyakini sebagai sosok reinkarnasi Dewi Kali, dewi Hindu yang dikaitkan dengan kegelapan, kematian, dan kehancuran, namun sekaligus juga bisa mewakili pembaruan, pembersihan, serta ibu”

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!