Skip to content

Menggunakan KonMari Untuk Semua Hal

Tahun ini perusahaan kami Beon Intermedia sedang mengkampanyekan sebuah budaya baru yang disebut EASI atau singkatan dari Energetic, Affection, Smart, dan Independen

 

 

Salah satu konsep yang ada pada budaya tersebut adalah “selesai dengan diri kita”. Apa maksudnya? Bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk yang rumit karena Allah memang mengkaruniai kita dengan akal, dan kita bebas menggunakannya untuk apa saja.

 


source : https://baabun.com/cerita-masa-kecil-yang-menyenangkan/

Kita pasti menyimpan kenangan saat kita kecil, saat kita mulai belajar bersosialisasi dengan teman2 di TK, atau saat pemikiran kita mulai tumbuh.

Seorang anak tentu memiliki fase memberontak dan berkata tidak ketika diberi tugas dari orang tua. Atau saat masa2 kita mulai luruh pada idealisme, dan mulai mengikuti arus teman2 sekeliling kita saat SMA. Di sisi lain, kita juga berfikir :

“Aku ingin jadi apa?”

Lalu bagaimana sebuah konsep KONMARI bisa merubah orang yang pesimis menjadi seorang yang joyful?

Tahun demi tahun berlalu setelah konmari muncul, dan tiba-tiba ditemukan hal yang menarik dimana twitter dihebohkan dengan feed yang menginginkan “Marie Kondo” untuk setiap aspek digital lives.

 

Luar biasanya, Marie Kondo merespon hal ini. Metode konmari adalah solusi ajaib untuk semua hal. Termasuk untuk merapikan semua hal dalam dunia digital.

And the twitter magic happen..

Digital waves benar-benar yahuud ya.. Bagaimana tidak, ketika viral, secara otomatis itu adalah sebuah konsep FREE MARKETING. wkwk

 

Sampai-sampai perusahaan document tool coda, membuat sebuah template khusus untuk metode KonMari ini yang dipublikasikan sebagai sebuah checklist untuk membantu orang menggunakan metode konmari di rumah

 

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari metode ini?


1. Hidup berkualitas, bukan mengejar kuantitas

Ketika kita berkonmari, kita tidak harus membuang barang-barang hanya karena barang tersebut jarang dipakai. Bayangkan ketika kita menata meja kerja dengan konmari. Pasti kita auto bahagia dengan meja kerja kita yang seperti ini

anugerahinti.com

 


2. Atur berdasarkan kategori

Barang diatur berdasarkan beberapa kategori yaitu pakaian, buku, kertas, komono (barang lain-lain), dan barang sentimental. Memilah tumpuan pakaian yang banyak dari seluruh rumah memang cukup berat dan berlebihan tapi ini dimaksudkan agar kita tidak kembali jatuh ke gaya hidup semi-menimbun yang dijalani selama ini. Dengan konmari, mungkin lemari kita yang tadinya besar, akan diganti dengan loker-loker yang kecil. wkwkwk

hipwee.com


3. Jangan memperbanyak kategori

Upayakan kategori yang sudah ditentukan di awal tidak ditambah-tambah ketika kamu sedang merapikan. Biasanya ketika kamu merapikan, kamu akan menemukan kategori-kategori baru. Jangan turuti nafsumu anak muda. Fokus dan kalau tidak ketemu kategorinya. Buang saja...


4. Menampilkan barang, bukan menyimpannya

Semua yang ada dalam konmari bertujuan untuk estetika, sehingga kita merasa bahagia (satisfiying) . Jadi jangan sampai barang yang telah disortir, dimasukkan ke dalam tempat yang tidak terlihat.

 


5. Saat kita terjebak pada suatu barang, tanyakan pada diri kita sendiri. Apakah kita pernah menggunakan barang ini?

Suatu barang kadang memiliki kenangan tesendiri. Terutama barang yang memiliki kenangan manis, akan membuat kita sulit memilih apakah mau dibuang atau tidak. Jika itu terjadi, tanyakan pada dirimu, apakah barang itu pernah digunakan? Jika tidak, ucapkan terimakasih lalu buang.

romadecade.org


7. Selesaikan satu demi satu

Salah satu syarat agar kamu tidak berhenti di tengah jalan ketika berkonmari. Selesaikanlah prosesnya satu demi satu, dari satu lemari ke lemari lain, dari saru meja ke meja lain, dari satu hati... eh.. tetap


Tanpa sadar, setelah berkonmari. Kita akan Selesai dengan masa lalu kita. Seperti kata kon mari (Red. Jawa : kamu selesai). dan kita akan lebih fokus menghadapi masa depan.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

Scroll To Top