Penataan Buku
Penataan Buku

Halo, Mas & Mbak sekalian! Saya harap kita semua dalam keadaan bahagia dan sehat pastinya.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita setelah menonton video Event Sharing Session tentang metode KonMari oleh Mbak Elsi Santi. Sampai saat ini dalam pikiran saya mengatakan ternyata metode ini serupa dengan hal yang diajarkan orang tua khususnya Ibu kepada saya dalam hal sepele mungkin anggapan beberapa orang. Seperti menyusun pencil warna sesuai labelnya serta melipat plastik berbentuk segitiga dan memilah berdasarkan ukuran. Kala itu masih kecil menginjak sekolah dasar dan kini saya semakin bertumbuh besar, kebiasaan tersebut sampai sekarang masih terbawa. Ada kalanya saya secara sadar timbul hal yang lebih dari itu salah satunya memiliki kriteria rapi dalam hal pekerjaan dan penampilan serta diperkuat dengan pernyataan teman organisasi di Kampus yang membuat saya semakin yakin.

“Ya, mengawalinya dengan ini…. Menulis artikel.”

per.fek.si.o.nis /pêrfèksionis/ : n orang yang ingin segala-galanya sempurna / n orang yang percaya bahwa kesempurnaan moral dicapai kalau dapat hidup tanpa dosa.

Kamur Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Sekali lagi, bahwa perfesionis yang saya rasakan tidak mencakup semua hal namun hanya beberapa konsen tertentu. Secara logika, menurut saya ada beberapa hal yang berkorelasi jika pribadi perfeksionis dengan metode KonMari diterapkan antara lain:

  • Perfeksionis mengharapkan hasil dari proses yang dilakukan presisi dan metode KonMari menciptakan lingkungan sekitar agar terlihat rapi sehingga dinilai memiliki kepribadian positif. Maka dua hal ini akan menguras tenaga dan pikiran karena banyak hal yang dipertimbangkan. Contoh yang umum yaitu menata meja belajar atau kerja.
  • Perfeksionis dan metode KonMari dapat meningkatkan produktivitas dan menimbulkan stres. Karena dua hal ini berdasarkan pengalaman dan keingintahuan agar mempermudah individu kemudian hari. Contoh yang paling saya ingat dalam jangka waktu dekat ini seperti menata dokumen akademik dan umum.

Dengan mengetahui adanya hubungan antara pribadi perfeksionis dan metode KonMari ini saya mencoba menghadapinya dengan beradaptasi memilih idealis atau realistis, legowo, membuka pikiran lebih luas tanpa memandang sudut pandang, menyusun agenda dan membuat prioritas. Hal tersebut merupakan bagian intinya. Tidak ada dokumentasi yang dapat diabadikan untuk disertakan melalui tulisan ini. Saya berusaha untuk yakin bahwa tulisan ini dapat menginspirasi Mas & Mbak sekalian namun jika sebaliknya mungkin setidaknya dapat menghadirkan lingkaran kecil untuk berdiskusi antara kita melalui kolom komentar. Saya rasa ini cukup dan sebelum diakhiri izinkan saya memperkenalkan diri. Perkenalkan, nama saya Khusnul Huda dan sekarang saya sedang mengikuti program magang. Teman-teman kerap memanggil Huda atau Hudsam. Salam kenal semua! Terima kasih sudah meluangkan waktunya ya.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!