Bagi saya, dalam menjalani kehidupan, memiliki sebuah tujuan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seseorang. Namun pertanyaanya apakah semua orang sudah memiliki tujuan??

Banyak pertanyaan yang sering kita temui ketika kita masih remaja dulu seperti nanti lulus SMA, mau kuliah dimana? setelah lulus mau jadi apa? kapan nikah? kapan punya anak? dan seterusnya. Kadang kita kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kadang mungkin juga bisa menjawab tetapi kita masih ragu apakah jawaban kita memang benar-benar yang kita inginkan.

Dikeadaan yang lain, kadang muncul perasaan sudah umur segini sudah bisa apa saja ya? atau malah setiap hari berangkat dan pulang kuliah tapi gak tau buat apa kuliah dan akan dapat apa ketika saya capek kuliah.

Sehingga disinilah pentingnya sebuah goal / tujuan harus dimiliki oleh semua orang. Dengan adanya goal / tujuan, semua hal yang kita lakukan memiliki alasan kenapa kita melakukan hal tersebut. Dengan adanya goal / tujuan, kita bisa memilah mana yang harus kita lakukan dan tidak harus kita lakukan. Dengan adanya goal / tujuan, semua resource yang kita miliki akan berusaha untuk menuju goal / tujuan tersebut.

Dan S.M.A.R.T goal (selanjutnya disebut smart goal) adalah alat yang dapat membantu menyusun sebuah goal / tujuan yang ingin kita capai. Dengan menggunakan smart goal penyusunan goal dan proses pencapaiannya lebih dapat dihitung dan terarah.

Smart goal sebenarnya dalah kependekan dari 5 langkah dalam penentuan goal / tujuan yaitu “Specific, Measureble, Achiveable, Relevant & Time-based”


1 Specific (spesifik)

Buat tujuan yang spesifik dan detail sampai-sampai kita atau orang-orang yang mengetahui goal kita bisa membayangkan bagaimana keadaan kita, apa yang terjadi jika goal kita tercapai. Semakin spesifik goal kita semakin jelas dan mudah muncul goal tersebut di setiap aktifitas yang kita lakukan.

Proses dalam penyusunan goal yang spesifik bisa dimulai dengan mempertanyakan secara detail goal kita seperti apa, dimana, bagaimana, mengapa dan seterusnya. Goal yang spesifik adalah awal agar goal kita lebih mudah untuk dicapai.

Contoh goal kurang spesifik :
“saya ingin naik pesawat”

Contoh goal spesifik :
“saya ingin naik pesawat dengan maskapai apa saja dari bandara di jawa timur menuju negara manapun (luar negeri) dan biaya perjalanannya tidak berasal dari saya sendiri minimal satu kali”

2. Measureble (dapat diukur)

Setelah memiliki goal yang spesifik, pastikan goal tersebut dapat diukur pencapaiannya. Dengan mengetahui cara mengukur pencapaian goal kita, maka kita dapat menentukan langkah-langkah agar goal tersebut dapat dicapai. Selain itu juga dapat mengetahui kemajuan / progress dari proses yang telah kita lakukan apakah sudah mendekati atau belum.

Proses untuk memastikan goal kita memenuhi kriteria “measurable” salah satunya bisa dengan cara menanyakan bagaimana cara kita untuk mencapai goal tersebut.

3. Achievable (dapat dicapai)

Kriteria ketiga yaitu memastikan target kita dapat dicapai. Pada tahap ini penerapannya bisa berbeda-beda dari setiap sudut pandang seseorang. Karena disisi lain ada istilah “gapailah cita-cita setinggi langit” yang dapat diambil makna ketika kita menentukan tujuan itu harus sangat tinggi sekali. Dan kita harus percaya bahwa cita-cita kita pasti dapat kita capai.

Sehingga penerapan achievable disini yaitu set goal yang memungkinkan bisa kita capai. Sehingga ketika goal-goal yang telah kita set tercapai akan mengarahkan kita untuk mencapai cita-cita kita.

4. Relevant

Relevant disini bisa diartikan bahwa goal yang kita capai masih sesuai dengan kondisi dan hal-hal yang mempengaruhi dari faktor internal (diri sendiri) atau dari faktor eksternal kita saat ini. Dengan proses relevant ini, kita memastikan bahwa faktor-faktor tersebut mendukung atas proses mencapai goal kita.

Proses pengukuran relevansi kita atas sebuah goal dapat dilakukan pencocokan ketika spesifik goal sudah di set. Seperti apakah saya orang yang tepat untuk mencapai goal ini saat ini, apakah kondisi ekonomi saat ini memungkinkan untuk mencapai goal ini dan seterusnya.

5. Time-based

Set goal menjadi lengkap ketika semua premis kita akan goal memiliki waktu tenggat kapan kita akan mencapai goal tersebut. semakin detail waktu yang ditentukan akan tercapainya goal akan semakin baik. Penentuan waktu ini bisa dengan rentan waktu dari set goal seperti “6 bulan lagi …..” atau ditentukan tanggal maksimal goal harus dicapai seperti “tanggal 15 desember 2019


Akhirnya, smart goal ini adalah salah satu tools yang bisa membantu kita untuk mencapai sebuah goal. Tetapi jangan lupa selain smart goal dalam proses pencapaian goal agar tetap berusaha, pantang menyerah, bersyukur dan berdoa untuk mendapatkan yang terbaik atas apa yang kita inginkan.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!