Terlalu Banyak Memendam Perasaan Dapat Membuatmu Tidak Bahagia

by justagame

 

Pernah gak kamu mengalami kejadian yang membuatmu ingin marah kepada orang lain?, tapi tidak bisa meluapkannya amarahmu karena kamu pikir hanya akan membuang waktu, tenaga, dan pikiran saja pada saat itu.

Tapi, apakah kamu juga pernah meluapkannya setelah kejadian itu berlalu, atau hanya memendam dan mencoba untuk melupakannya saja?

Sadar atau tidak, sebenarnya meluapkan emosi kita, baik untuk kesehatan jasmani dan rohani kita loh, dan sebaliknya jika kita terlalu lama memendamnya, juga akan berdampak buruk bagi kesehatan jasmani dan rohani kita. Loh kok bisa? Yuk pahami beberapa teori ini

 

#1 Emosi adalah Energi

Apa yang kamu rasakan setelah marah-marah, mulai dari teriak-teriak sampe banting-banting barang? Pasti capek kan?

Kenapa kamu bisa capek setelah marah-marah, karena sebenarnya kamu sedang mengeluarkan energi yang cukup banyak ketika meluapkan emosi marahmu itu.

Emosi sangat berhubungan dengan kondisi psikologis dan suasana hati kita yang dapat dituangkan dalam bentuk perilaku tertentu, salah satunya adalah teriak-teriak ketika marah, nyanyi - nyanyi sendiri ketika sedang bahagia, dsb. Perasaan emosi bisa berupa emosi positif (emosi yang baik), dan bisa berupa emosi negatif (emosi yang buruk).

#2 Emosi Bisa ditransfer dan dapat diubah bentuknya

Seperti halnya dengan energi, emosi juga dapat ditransfer (dipindahkan dari satu objek ke objek yang lainnya), dan dapat diubah bentuknya, dari positif menjadi negatif, atau sebaliknya dari negatif menjadi positif.

Saat kamu marah, kemudian banting-banting barang, secara tidak sadar sebenarnya apa yang kamu lakukan adalah memindahkan emosi negatifmu ke suatu benda yang lain.

Apakah memindahkan emosi negatif ke benda adalah hal yang baik juga? Tidak juga, jika kita tidak mengubahnya terlebih dahulu menjadi energi positif. Karena yang kita transfer ke barang itu adalah energi negatif, maka besar kemungkinan juga energi negatif dari benda itu berpindah ke orang lain juga.

 

#2 Emosi Negatif tidak boleh ditimbun terlalu lama

Bayangkan dirimu adalah sebuah balon udara yang masih kosong, dan udara adalah bentuk dari energi negatif yang akan kamu isi ke dalam balon.

Apa yang terjadi, jika tiap hari kamu mengisi balon itu dengan udara? Tentunya suatu saat volume balon itu, tidak akan muat dan akhirnya meledak. Sama dengan tubuh kamu, lama-lama juga akan meledak, impactnya adalah kamu bisa jatuh sakit atau bahkan jadi gila.

 

Gimana? masih mau menimbun emosi negatif? Yuk cari tahu cara untuk meluapkan emosi negatif menjadi sesuatu yang berdampak positif agar hidupmu lebih bahagia. Tunggu di tulisan berikutnya ya

 

 

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!