Berawal dari kamar Saya dulu. Jadi, beres-beres memang sudah menjadi hal yang saya sukai. BUKAN beres-beres seperti yang kalian pikirkan Rodolfo hahaha. Saya lebih suka menghias, apalagi kalau menghias kamar, nomor satu dah istilahnya.

Namun semua itu berubah, ketika Saya merasa kelelahan atas ketidak efektifan niat dalam menata barang-barang ketika pulang kantor, pulang main, pulang liburan dll. Nah, akhirnya beres-beres menjadi “gali lubang, tutup lubang”.

karena ternyata Saya adalah orang yang kurang aware dengan meletakkan barang pada tempatnya, walhasil semua saya lakukan dengan shortcut. Meletakkan barang-barang di meja workspace di kamar hehehe.

Mulai dari gunting, tas kecil, make up, tissue, yang pada akhirnya selalu menumpuk ketika weekend dan harus melakukan ritual membersihkan kamar seminggu sekali. Iya kalau weekend lagi di rumah, kalau lagi enggak dirumah ya… minggu berikutnya baru di bersihin.

Semua berubah semejak…….

Setelah lihat video sharing session tentang KonMari kemarin (karena saya tidak ikut), ada beberapa hal yang Saya pelajari banget, diantaranya:

  1. Ternyata, ritual tiap minggu saya ngebersihin kamar itu bisa dilakukan cukup dengan 1 kali saja.
  2. Dengan merapikan barang-barang di meja workspace Saya sesuai dengan passion dan apa yang saya sukai, akhirnya Saya bisa mengerjakan hobi saya setiap hari. Dan memang membuat saya lebih bahagia dong.
  3. Konmari mengajarkan saya lebih disiplin dalam meletakkan barang sesuai dengan tempatnya dan lebih mudah untuk mengambil barang-barang yang sering saya pakai. Kalau dulu karena sering saya tumpuk walhasil ketika diambil ambruk semua hehehe.
  4. Konmari juga mengajarkan Saya lebih menghargai barang, karena selama ini karena sering banget berantakan, jadinya barang-barang cepat rusak dan hilang (mungkin ketlisut) akhirnya Saya beli lagi dan semakin menimbun gunung barnag-barang.

Ini nih saya kasih spoiler dikit mengenai KonMari yang sudah mendukung hobi dan passion saya tetap berjalan, karena merapikan kamar sesuai dengan planning “Saya ingin melakukan apa saja di kamar nanti”.

Jadi Saya dulu udah ngeplanning, kalau Saya pengen punya kamar yang ketika Saya sedang bekerja ataupun ngerjain hobbi dan mulai lelah, Saya bisa langsung istirahat di kasur tanpa harus tidur di meja yang bikin badan saya jadi malah pegel. Kalau pegel, ke kantor suntuk, pengen marah-marah terus, dan akhirnya Saya ini jadi orang termenyebalkan di kantor. Walhasil, tempat tidur dan meja kerja Saya saya desain sedemikian rupa agar bisa sesuai dengan planning. Dan ternyata, ini WORK sekali teman-teman. Saya bisa menggambar, melukis sampe ngefreelance sesuai dengan planning Saya tanpa ada rasa sebel dan pegel. Akhirnya di kamar juga tidak ada barang-barang yang memenuhi kamar, seperti kursi dan karpet. Bisa dibilang menghemat biaya juga karena saya tidak perlu mengeluarkan budget lebih untuk membeli kursi dan karpet untuk workspace Saya di kamar.

Bisa dibayangkan gaes bagaimana Saya kalo lagi menggambar dan ngefreelance? Kalau capek tinggal rebahan, kalau udah ga ngantuk lagi tinggal bangun ngadep meja. 

 

Nah, jadi Saya sekarang meletakkan barang-barang yang diperlukan aja di meja, seperti kuas, laptop, buku yang sedang dibaca, stationary(ini belum disortir lagi wkwk) , dan tanaman hias. Jadi kalo selesai ngelukis, lukisannya langsung ditempel di dinding depan meja. MAKASEH KONMARI.

 

Sekarang bersih-bersih bukan sekedar bersih-bersih saja, tetapi juga membutuhkan strategi yang sudah diajarkan dalam metode KonMari ini. Lebih excitednya lagi, KOnMari mendukung passion dan hobi saya loh man teman (sudah terbukti si Saya hahaha).

KonMari, mengubah hidup Saya. HIDUP KONMARI!

 

 

 

 

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!