Waktu itu hari Sabtu pagi. Cuaca cerah seperti biasa. Terdengar ibuk-ibuk tetangga berteriak menandakan anaknya akan terlambat masuk sekolah jika dia tidak segera bersiap. Seperti biasa aku hanya rebahan di dalam kamar. Aku yakin aku punya banyak rencana hari ini, namun seperangkat alat tidur ini tak menginginkanku aku bangkit.

 

Rasanya sungguh menyakitkan ketika kita tertekan karena tidak melakukan hal produktif. Di sisi lain sungguh nikmat berbaring diatas surga dunia ini.

 

“Jiwa rebahanmu ga bisa ditinggal bentar, ya?” Hati kecilku mulai berkata.

“Males aja. Hari libur enaknya memang tiduran.” Ujarku.

 

Aku mulai bangkit, mengambil gelas, mengisinya dengan air, lalu meminumnya. Di saat itu aku tertegun.

 

“Sampai kapan aku gak berubah? Sampai kapan aku hidup biasa aja? Sampai kapan aku akan hidup biasa aja? Ayo lah berubah! Sampe kapan mau tiduran?”

 

Yesterday, you said tomorrow. So just do it! Make your dreams come true!” Kata-kata mas Shia LaBeouf terngiang di telingaku.

 

Awalnya aku ingin mengabaikannya dan kembali tidur hingga siang hari. Tapi kurasa kalimat tersebut memang ditujukan kepadaku. Terlebih ketika ku lihat kamarku, rasanya sesuatu ada yang tidak beres. Buku berserakan di pojok kamar. Pakaian kotor menggantung di dinding. Sampah jajan kemarin malam masih tergeletak di bawah meja. Barang-barang kecil, struk belanja, dan koin-koin berserakan di atas meja.

 

Hatiku mulai tergerak untuk membersihkan semua ini. To start something new, something different. Aku ingat salah satu metode merapikan barang yang waktu itu aku baca di website ini, KonMari namanya. Salah satu metode yang diperkenalkan oleh Marie Kondo, untuk merapikan barang kita, dan menyingkirkan benda apapun yang tidak membuat kita merasa senang.

 

“Untuk mengubah hasil menjadi lebih baik, maka akulah yang harus lebih dahulu berubah menjadi lebih baik. Di sisi lain, seseorang yang setia dalam perkata kecil adalah seseorang yang mampu dalam perkara besar. Maka hal kecil yang harus kulakukan sekarang adalah memulai dari kamarku ini.”

 

Aku mulai bergerak. Mengambil buku yang berserakan. Mengumpulkan koin yang berserakan dan memasukkannya ke wadah khusus. Membersihkan sampah, dan kegiatan lainnya.

 

Well, not bad. Ternyata bersih-bersih menyenangkan juga.” Gumamku.

 

Mulai terkumpul barang-barang yang tidak aku butuhkan. Aku tahu bahwa di dalam KonMari, aku dianjurkan untuk menyingkirkan barang yang tidak spark joy.

 

Kept you waiting, huh?” Ujarku pada barang-barang yang sekarang tidak punya tujuan lain selain tempat sampah. Maksudku, coba lihat sampah-sampah ini :

Foto sewaktu proses KonMari. Bukan keadaan sehari-hari.

Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Namun perutku sudah mulai menagih diriku untuk makan. Aku memutuskan untuk istirahat sebentar. Ku raih smartphone ku lalu ku hubungi driver pribadiku untuk membelikanku makanan yang sudah aku pilih. Siapa lagi kalau bukan bapak Grabfood tercinta?

 

Sembari menunggu makananku datang, aku mulai melanjutkan “praktikum” KonMari ini. Semakin lama semakin terlihat hasilnya. Rasa puas dan senang mulai memenuhi hatiku. Aku terus memasukkan barang-barang yang tidak aku butuhkan ke kresek besar dan bersiap membuangnya. Aku pun juga berpikir untuk merapikan file-file yang ada di laptop, dan menghapus file-file yang tidak kubutuhkan.

 

Technically, KonMari nggak hanya untuk barang-barang fisik kan?”

 

Terakhir aku letakkan barang yang spark joy bagiku sesuai anjuran KonMari. Sebuah mainan. Terlihat sederhana, namun harga belinya cukup untuk menghidupiku selama sebulan.

Tak lama pesananku datang. Aku berputar kegirangan lalu masuk kembali ke kontrakan setelah mengambil pesananku. Aku mengeluarkan es teh yang aku pesan dan mulai meneguknya. Ku ambil tisu dan mulai mengelap wajahku yang mulai berkeringat.

 

“Menyenangkan sekali---”

 

Kuperhatikan kamarku setelah meneguk es teh. Semuanya terlihat lebih rapi dan lebih berbeda dari sebelumnya. Rasanya begitu puas melihat kerja kerasku hari ini langsung terlihat hasilnya. Ada sepercik semangat baru untuk menghadapi minggu-minggu kedepannya. Ada rasa nyaman yang lebih dari sebelumnya.

 

Aku merasa siap membuka hari baru.

 

Don’t forget that the “god of tidying up” is always on your side as long as you are committed to getting it done.

 - Illustrated Master Class on the Art of Organizing and Tidying Up

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!