konmari

Seberapa random kehidupanmu ? atau seberapa random kamu mengorganisir barang dan daily stuff mu ?. Jika serandom itu, yuk kita kenalan dulu dengan metode berbenah ala Marie Kondo. Marie Kondo telah mempelopori metode berbenah yang ditulisakan dalam bukunya yang berjudul "The life-changing Magic of tidying up".

Buku yang berisi tentang cara kategorisasi, klasifikasi dan tutorial tersebut mengutamakan prinsip "sparks joy" atau memancarkan kebahagiaan. Pernah ga sih kalian berusaha merapikan barang -barang dengan cara melakukan sortir barang yang dirasa sudah tidak digunakan lagi ? tapi ga lama kemudian kalian akan mendapati barang nya sudah berantakan lagi, karena yang sebelunya disortir tidak memberikan pengaruh banyak. Nah, metode berbenah konmari ini lebih fokus untuk melakukan kategorisasi, filtering dan sortir barang yang memiliki value. Kadang kala kita tidak terlalu memperhatikan value barang yang kita miliki sehinggaterkesan mubazir tempat, waktu dan storage. Maka dari itu, dalam metode konmari ini value barang yang diutamakan dalam proses sortir yaitu :

  1. functional - seberapa besar fungsi dari barang tersebut dalam kehidupan sehari - hari kamu ?
  2. informational - apakah barang tersebut memiliki value informasi misalnya seperti buku, CD tutorial, dll ?
  3. sentimental - kenangan yang melekat pada barang kadang kala menjadi jangkar yang melekat pada barang tersebut. misalnya barang pemberian orang spesial, foto kenangan liburan dll.
  4. rarity - usaha untuk mendapatkan barang tersebut juga jangan dilupakan yaa. Seringkali ada orang yang menyukai koleksi barang langka sehingga membutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkannya.

Terdengar seperti semua value tersebut ada di barang yang kita miliki ya ?. Tapi jangan sesumbar dulu, coba rencanakan 1 hari penuh untuk melakukan tidying festival. Tentukan kategori apa yang akan dilakukan sortir pada hari itu. Misalnya clothing, untuk setiap barang yang akan dilakukan sortir pertimbangkan apakah memiliki keempat value di atas. Semakin kecil value yang dimiliki barang tersebut maka semakin besar kamu harus melepaskan barang tersebut. Dengan begitu barang yang tersisa hanya barang yang memiliki value besar dan memancarkan kebahagiaan jiga kamu menyimpan an menatanya sesuai tempatnya. Akhirnya daily activity kamu akan terasa selalu bersemangat.

Secara pribadi, tanpa ku sadari telah melakukan metode konmari untuk penataan koleksi buku ku. Karena koleksi buku ku yang bersifat pengetahuan umum, maka sewaktu - waktu akan ku baca kembali. Sehingga kategorisasi berdasarkan kategori buku berupa buku biografi, sejarah, fiksi, filsafat, teologi, dll. Beberapa buku yang akhirnya kuleaskan untuk disumbangkan ke perpustakaan adalah buku - buku bergenre sastra, atau akademik. Mengapa sastra dan akademik ?, kedua genre tersebut bersifat temporer karena sastra hanya sebagai hiburan dan inspirasi saja, kemudian akademik bersifat temporer selama saya pada masa studi tersebut. selebihnya informasi yang berkaitan dengan akademik atau pengembangan ilmu pengetahuan teknologi bisa didapatkan di internet. Selain kategorisasi genre, pertimbangan lainnya sehingga saya mempertahankan beberapa buku karena proses mendapatkannya yang tidak biasa. Misalnya harus via preorder, ada tandatangan penulis, penerjemah, atau editornya, pemberian teman, dan lain sebagainya. Sehingga ketika ingin mencari buku tidak lagi membuang waktu melihat satu persatu secara random. Lebih efisien kan ?

Aku sudah menerapkan metode konmari loh. Apakah kamu sudah tergugah untuk memulai menata barangmu menggunakan metode konmari ?. Yuk mulai segala sesuatu dengan rencana yang rapi dan segera eksekusi. Karena rencana yang baik adalah rencana yang terlaksana, lebih baik terlaksana semaksimal kemampuanmu daripada menunggu hasil yang sempurna.

 

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!