Halo, Mas & Mbak sekalian!

Untuk mengawali tulisan ini, akan saya sampaikan dengan pernyataan kalau sebenarnya bingung  menentukan apa judul yang tepat. Jadi, cerita ini terjadi pada hari Selasa, 24 November 2020 sampai Senin, 14 Desember 2020. Ada teman dari satu organisasi beda fakultas mengajak satu tim untuk berkontribusi mengikuti Coopathon 3.0. Menurut saya, konsep lomba tersebut sama halnya seperti hackathon namun lingkup permasalahannya pada bagian koperasi. Saya yakin anak TI sudah pernah mendengar atau mengikuti hackathon ini. Secara gambaran umum dari Coopathon 3.0 ini merupakan the cooperative hackaton yang diinisialisasi oleh International Cooperative Alliance Asia and Pacific (ICA-AP) dimulai pada tahun 2018. Pada saat itu saya berpikir, disamping sedang mengerjakan skripsi sepertinya akan menyenangkan mempelajari hal baru diluar kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Sehingga muncul keputusan kalau saya bersedia mengikuti kegiatan tersebut dan menjadi bagian dari tim.

Berselang beberapa jam kemudian sama perkenalan dengan dua teman baru dengan beda provinsi. Dari sini saya belajar fundamental koperasi yaitu identitas, nilai, dan prinsip. Kemudian kita berempat mulai melakukan diskusi secara daring dan berbagai cerita agar lebih saling mengenal. Bagian yang membuat saya sedikit kaget adalah kegiatan ini dilakukan secara daring selama 72 jam dan diharapkan bisa berkomunikasi menggunakan bahasa inggris yang mana diikuti oleh 41 tim dari se-Asia Pasifik termasuk kami.

Tabel Team, SPOC, dan Mentor di Coopathon 3.0
Tabel yang memuat Team, SPOC, dan Mentor di Coopathon 3.0

Hari demi hari, mendekati pelaksanaan event Coopathon 3.0 ini. Saya diberikan kepercayaan untuk mengerjakan rancangan aplikasi berupa prototipe dan yang lainnya ada yang mengerjakan bisnis model sampai bahan presentasi. Hari pertama (11/11) kami mengikuti webinar bersama tim lain, hari kedua (12/11) sesi mentoring dengan mentor yang berkompeten dimana tim kali bersama wanita bule asal Itali, hari ketiga (13/11) penentuan final,, dan hari keempat sekaligus terakhir (14/11) presentasi secara live dan pengumuman juara. “Congratulations on being selected as the Coopathon 3.0 finalist!” Tidak disangka tim kami menjadi bagian dari 10 besar tim dan 41 tim untuk presentasi secara live. Hal tersebut diluar perkiraan saya secara pribadi maupun kami satu tim. Meskipun usaha kami berhenti sampai di 10 besar saya sangat merasa senang karena ternyata baru bertama kalinya mengikuti kegiatan sebesar ini langsung mendapatkan apresiasi yang dapat memotivasi kedepannya. Hingga saat ini ketika tulisan ini dibuat kami masih sering berkomunikasi dan berdikusi singkat merintis ide yang pernah dikerjakan bersama.

Pelajaran yang dapat saya ambil dari kegiatan ini dan berkaitan dengan Growth Mindset (berubah dan bertumbuh) antara lain; mengambil risiko untuk mempelajari hal baru itu bagus bisa jadi kesempatan yang akan menjadi karya terbaik atau meningkatkan kemampuan, merasa ragu itu lazim karena sulit (belum pernah dilakukan) namun yang perlu diketahui hal tersebut akan membantu diri sendiri kemudian hari, dengan kesalahan yang baru lakukan itu akan membantu untuk belajar, dan dapat mengetahui secara sadar adanya kelemahan yang dimiliki kemudian tahu bagaimana memperbaikinya.

Sementara sekian dulu cerita dari saya tentang Growth Mindset. Semoga dapat memberikan gambaran tentang kegiatan Coopathon 3.0 tahun ini dan siapa tahun dari kita ada yang belajar tentang koperasi bisa berdiskusi bersama. Sekali lagi terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita yang saya alami dalam waktu dekat ini. Keep Healthy!

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!