photo-1509994196812-897f5a6ab49c

Menjadi diri sendiri merupakan fase tertinggi dalam pencarian jati diri yang sesungguhnya. Pahit dan kelamnya kehidupan memberikan kita pelajaran agar menjadi orang yang lebih bijak. Bumpy road of life akan selalu datang menghampiri kita. Bukan hidup namanya kalau mlempem-mlempem saja.

Believe it or not, sekuat apapun kita menghindar, masalah akan terus menghampiri. Karena dalam kehidupan, roda nasib akan selalu berputar. Ada masanya kita ada di atas, ada kalanya juga kita berada di titik terbawah dalam roda kehidupan.

Oleh karena itu, lari dari masalah bukanlah solusi terbaik. Menghindar bukanlah jalan pintas terbaik untuk menemukan kebahagiaan. Justru, masalah baru akan datang jika kita berusaha bersembunyi dari masalah.

Dalam menghadapi kerikil kehidupan, kita dapat memulainya dari berdamai dengan diri sendiri. Kita tidak perlu memaksakan diri agar masalah cepat berlalu Nikmatilah prosesnya, karena lewat masalah, kita dapat belajar untuk menghargai diri sendiri. Memang, menghargai diri sendiri sangatlah sulit. Jangankan menghargai diri sendiri, terkadang menghargai orang lain pun sulit dilakukan.

Pandanglah suatu hal dari berbagai perspektif, walaupun terburuk sekalipun. Meski sulit, tapi hal ini membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Karena ketika kita memandang suatu hal dari berbagai perspektif, kita mengerti bahwa di setiap masalah, pasti ada pembelajaran yang diberikan.

Memandang kondisi dari perspektif yang berbeda membantu kita untuk menentukan situasi yang menguntungkan berdasarkan kelebihan dalam diri sendiri.

Dalam berdamai dengan diri sendiri, tidaklah harus dimulai dengan menerima hal yang hebat dalam hidup. Tetapi, kita bisa memulainya dari hal kecil sekalipun.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!