Hai Sob ! Tak kenal maka tak sayang, kenalin aku Rara. Disini aku mau share ke kalian tentang budaya KONMARI. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli gaya hidup asal Jepang, Marie Kondo melalui bukunya berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up pada 2011. Lebih jauh, seperti ini metode Konmari Komitmen diri untuk beres-beres. Pastikan kamu memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan kegiatan ini. Niat yang setengah-setengah dapat mengacaukan fokus dan semangat kamu saat merapikan barang atau membersihkan bagian rumah tertentu. Bayangkan gaya hidup ideal versi kamu Sebelum memulai kegiatan, pastikan kamu tahu hal-hal apa saja yang bisa membuat kamu merasa nyaman dan lebih baik. Simpan gambaran itu dan wujudkan saat mulai merapikan barang-barang. Sortir barang yang sudah tidak terpakai Menyortir barang yang sudah tidak digunakan merupakan faktor penting. Alasannya, salah satu penyebab rumah terlihat sumpek dan berantakan karena banyaknya barang-barang yang sudah tidak terpakai tetapi masih disimpan. Oleh karena itu, sortir dan pisahkan barang yang sudah tidak terpakai untuk selanjutnya dikeluarkan. Rapikan berdasar jenis, bukan lokasi Dalam membereskan rumah, jangan mulai dari lokasi. Misalnya, kamu ingin merapikan kamar terlebih dahulu, kemudian dapur, ruang keluarga, dan sebagainya. Akan tetapi, mulailah dengan jenis yang ingin Anda rapikan. Misalnya, pakaian, dokumen, alat-alat dapur, dan sebagainya. Hal itu dikarenakan keberadaan jenis-jenis barang tertentu bisa tersebar di beberapa jenis ruangan. Ikuti urutan yang benar Jangan langsung lompat pada aturan berikutnya, sebelum aturan sebelumnya belum selesai kamu lakukan. Urutan aturan ini sangat membantu keberhasilan kegiatan bersih-bersih yang kamu lakukan. Sudahkah kamu senang? Setelah semua selesai, tanyakan pada diri kamu, apakah hasil seperti ini yang kamu inginkan? Apakah perubahan ini membuat pikiran dan perasaan kamu menjadi lebih baik? Jika jawabannya ‘iya’, efek dari metode Konmari dapat kamu rasakan, yakni hidup yang lebih baik. Contoh ni kalau aku menerapkan budaya KONMARI dari yang paling sederhana yaitu aku akan merapikan buku buku yang udah aku baca supaya ketika aku mau membaca buku itu lagi aku gak akan merasa kesusahan.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!