Ability could grow through their hardwork and it called as growth mindset  - Carol Dweck

Sedikit berbagi tentang bagaimana diri kita tidak memahami bahkan perbedaan growth mindset dengan fixed mindset. Beberapa waktu lalu saya menonton sharing session kantor tentang growth mindset. Diskusi tersebut menjelaskan bagaimana seseorang mampu mengembangkan mindset nya sejak kecil hingga usia tertentu. Kemampuan untuk mengembangkan pola pikir ternyata memang ditentukan dari dalam diri sendiri walaupun tidak terlepas dari beberapa kondisi eksternal. Kadang kala pola asuh anak yang secara konstruksi sosial umum dilakukan oleh "kebanyakan orang" menciptakan struktur sosial generasi yang seragam. Sedangkan dewasa ini, kita pahami bahwasanya tidak semua pola asuh yang diterapkan generasi orang terdahulu kita sepenuhnya benar dalam membentuk karakter anak. Hingga output dari generasi saat ini tidak sedikit yang cenderung memiliki fixed mindset.

Sebelum masuk lebih dalam yuk kita intip sedikit apa sih bedanya fixed mindset dan growth mindset. Teori fixed dan growth mindset dikemukakan oleh Carol Dweck yaitu seorang peneliti di Standford. Ia juga seorang penulis buku psikologi terkemuka. Tidak heran jika dia sering menjadi pembicara dalam beberapa kuliah online, forum terbuka seperti Ted, kampus, perusahaan dll. Seperti cuplikan di atas bagaimana dia menyatakan keajaiban kata "yet" dan "not yet" dalam lingkup sekolah ataupun luar sekolah. Menurut Carol, fixed mindset adalah adalah gambaran orang yang menganggap bahwa kemampuan, kecerdasan maupun bakat mereka bersifat tetap sehingga tidak dapat dirubah. Sedangkan growth mindset, merupakan gambaran orang yang meyakini bahwa kemampuan, kecerdasan serta bakat dapat berkembang seiring dengan kerja keras.

Mari kita luangkan waktu sejenak untuk melihat cuplikan video dari Carol Dweck. Dalam video tersebut ia menjelaskan bagamana hebatnya sebuah Sekolah Menengah Atas di Chicago yang menggunakan standar kelulusan siswa nya dengan istilah yet dan not yet. dengan menggunakan istilah not yet berarti telah memberikan apresiasi dan kesempatan kepada siswanya untuk belajar lebih giat lagi. Alih - alih memberikan nilai berupa patokan angka yng kadang kala malah menyiksa dan membentuk karakter anak bahwa segala sesuatu diukur berdasarkan angaka, menggunakan istilah yet dan not yet akan membentuk karakter yang tidak akan lelah untuk selalu mencoba lebih keras lagi untuk menghadapi tantangan. Ilmu lain yang didapatkan pada video tersebut yaitu dengan memberikan praise atau pujian atas segala sesuatu yang dilakukan anak. Sehingga kemudian jika ia mendapati kelemahan dalam dirinya, maka ia dapat melihatnya sebagai suatu kesempatan untuk terus berusaha berkembang.

Manusia memiliki keunikan yang membuat kita menjadi makhluk yang kadang sangat sulit untuk ditebak. Kesadaran diri dalam meningkatkan kemampuan diri sendiri memang secara perlahan harus dipupuk sejak dini. Jika lingkungan tidak mendukung, maka lakukan secara mandiri. Jika dirasa dirimu sudah mulai sadar akan bagaimana potensi dirimu, maka mulai sadarkan orang sekitarmu agar perjuangan untuk bertumbuh tidak dipikul sendiri. Dengan begitu hidup akan terasa lebih bermakna karena sejatinya manusia memang harus selalu berkembang.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!