Sangat menarik sekali Jumat minggu lalu, 9 Nov 2018. Kantor tempat saya bekerja mendatangkan seorang penggiat Konmari yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Mbak Elsi Santi namanya.

Ya, memang sudah menjadi agenda rutin di kantor saya diadakan acara sharing session untuk internal karyawan. Dan kebetulan materi kali ini yaitu mengenal Konmari, sebuah metode menata barang prakarsa seorang warga Jepang bernama Marie Kondo.

Metode Konmari awalnya dikenal dari bukunya. Kemudian di Indonesia makin banyak yang menerapkannya, hingga banyak terbentuk komunitas penggiat konmari.

Saya pun tak heran mengapa Konmari begitu populer. Karena siapapun pasti pernah berurusan dengan menumpuknya barang-barang di tempat tinggal. Selain itu, Konmari ternyata memiliki cara yang unik dalam menata barang, dan tak biasa dilakukan oleh orang pada umumnya, termasuk saya ­čÖé

Konmari sebenarnya mengajak kita memulai sebuah sistem / kebiasaan menata barang yang BARU. Jadi menata dengan Konmari hanya perlu dilakukan 1 kali. Setelah itu kita tinggal melanjutkan kebiasaannya. Oleh karena itu, komitmen adalah modal awalnya.

Lalu bagaimana cara menata barang dengan metode konmari? Berikut saya ulas materi yang disampaikan oleh Mbak Elsi.

  • Komitmen dengan penuh akan melakukan penataan menggunakan Konmari
  • Visualisasikan kondisi apa yg diimpikan. Hal ini sering dilewatkan
  • Komunikasikan ke keluarga untuk mendapatkan support
  • Sortir barang per kategori barang. Kategori barang diantaranya :

– Clothes

– Buku

– Kertas

– Komono (pernak pernik)

– Memento (benda sentimental)

  • Seleksi per kategori barang yang Sparx Joy (membangkitkan semangat)
  • Seleksi barang juga bisa berdasarkan nilai barang. Nilai barang diantaranya :

– Functional

– Informational

– Sentimental

– Rarity

Contoh : Buku dari penulis yg kita idolakan dan dibubuhi tanda tangan penulis

  • Kurangi barang sampai terasa pas
  • Gunakan teknik melipat horisontal untuk menghemat space
  • Untuk bahan kain silk (licin), gunakan metode lipat dengan digulung
  • Barang diurutkan berdasarkan warna
  • Barang yang terseleksi tidak membangkitkan sparx joy, disarankan untuk diberikan ke orang lain yang membutuhkan. Jika sudah tidak bisa dimanfaatkan, bisa di buang atau di daur ulang (spirit zero waste)
  • Hargai orang lain. Misal mainan anak, perlu kita konfirmasi, apakah mainan masih ingin digunakan atau tidak.
  • Waktu berbenah maksimal 6 bulan

Poin terakhir menarik ya. Ya, waktu 6 bulan mungkin kita menganggapnya terlalu lama. Tapi perlu diingat kembali, bahwa seluruh area dan kategori harus tertata. Jika tak berkomitmen untuk rajin mencicil menata, maka waktu 6 bulan akan kurang.

Sekian ulasan tentang konmari. FYI, sebenarnya dengan menata maka akan membantu membangun ulang visi hidup dan menentukan arah yg baru. Tertarik untuk mencobanya bukan.

Bocorannya lagi, jumat besok di kantor saya juga akan mendatangkan pembicara lagi dari eksternal, temanya Find Purpose In Life. Saya akan share insightnya juga.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!