Secara umum, manusia memiliki 3 macam kecerdasan yaitu : IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Kebanyakan orang mengukur kecerdasan hanya berdasarkan intelegensi (kecerdasan otak), padahal kalau ditelisik lebih dalam, hati memiliki power yang lebih besar daripada otak.

“Bukan berpikir positif, tapi merasa positif”

Ungkapan diatas dapat dimaknai bahwa hati memiliki peran lebih dalam membuat seseorang merasa positif daripada otak. Ups and downs dalam sebuah emosi itu merupakan hal yang wajar, akan tetapi kita harus bisa maintenance agar selalu merasa positif. Emosi atau emotion memiliki arti energy in motion, yang berarti kita memiliki kuasa untuk merubah energi negatif di dalam diri menjadi energi postif. Sebagai contoh, ketika amarah meledak, kita dapat menggunakan energinya untuk membersihkan rumah daripada bertengkar dengan orang lain .


Emosi merupakan suatu hal yang tidak akan pernah hilang. Emosi dapat dilampiaskan atau dipendam, semua ada resikonya. Ketika kita memendam emosi, maka lama-kelamaan akan memicu timbulnya penyakit fisik. Emosi juga bisa diturunkan kepada anak. Ketika emosi negative sang ayah bertemu dengan emosi negative sang ibu, bisa jadi melahirkan seorang anak berkebutuhan khusus.


Oleh karena itu, emosi negative di dalam diri perlu diselesaikan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan meditasi. Teknik meditasi yang diperkenalkan dalam sharing session ini adalah bernafas dengan cepat dan berteriak dengan sikap duduk sila, siku lurus dan dagu sedikit menengadah. Ketika melakukan teknik ini, secara tidak sadar akan ada suatu pengalaman/emosi negative yang terlepas, terutama pengalaman/emosi pada masa kecil.


Meditasi dapat dijadikan sebagai media untuk menemukan tujuan hidup. Implementasi “menemukan tujuan” ini dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan, salah satunya mengenai dunia kerja dengan melakukan identifikasi tujuan kerja yang sebenarnya.

Gb. Seven Levels of Personal Consciousness

Interpretasi tujuan kerja berdasarkan gambar seven levels of personal consciousness adalah :
Level 1 : untuk kebutuhan jasmani seperti makan
Level 2 : untuk memperluas jaringan
Level 3 : untuk mendapatkan perhatian dan pujian
Level 4 : memperbaiki diri, mengasah keterampilan
Level 5 : untuk kehidupan yang bermakna, kepuasan
Level 6 : untuk membuat perubahan
Level 7 : sebagai bentuk pelayanan


So, mari mulai berdamai dengan diri, dengan menyelesaikan emosi-emosi yang terpendam dan menata ulang hidup dengan menemukan kembali tujuan salah satu aspek kehidupan yang kita jalani sehari-hari, yaitu bekerja.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!