Apa tujuan hidupmu sebenarnya?

Kalau bahas ini kayaknya harus evaluasi diri sendiri deh…

Sebelum ikut sharing session tentang Find Your Purpose di tempat magang, saya adalah pribadi yang tidak percaya diri karena merasa IQ saya rendah di banding dengan orang disekitar saya, sehingga saya merasa tidak akan mencapai apa yang menjadi keinginan saya dengan IQ. Bahkan ketika melamar magangpun saya hanya bermodal berani dengan melampirkan beberapa pengalaman yang saya dapatkan selama ini.

Namun ternyata masih ada EQ dan SQ. tapi dalam artikel ini akan lebih berfokus pada EQ yang sangat penting ternyata ketika orang mempunyai kecerdasan IQ dan tidak memiliki EQ juga tidak akan seimbang, dan saya merasa ini akan lebih saya kembangak karena saya tahu kapsitas IQ saya lebih rendah dari pada EQ, Setidaknya lebih percaya diri.

Di sela sharing session terdapat sesi meditasi dimana saya mulai merenung dan mengosongkan pikiran. Sesi ini sangat menyentuh menurut saya dan membat beban dalam diri saya dapat saya keluarkan. Terimakasih J

Selain itu juga terdapat penjelasan tentang level terhadap kesadaran pribadi yang mana menentukan tujuan hidup saya. Ketika saya mendaftar magang saya hanya bertujuan untuk mencari skill dimana skill saya bisa berkembang dan juga memperluas relasi.

Dan setelah ini saya sadar bahwa level tertinggi kesadaran diri adalah dengan melayani. Sehingga dalam magang kali ini orientasi saya lebih kepada bagaimana saya ingin dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan tempat saya magang.

Menurut saya dengan melakukan yang terbaik untuk perusahaan saya akan mendapatkan 6 level dari kesadaran diri seperti pengembangan diri, alasan kenapa saya ada, menciptakan perubahan secara tidak langsung dan sekaligus mendapatkan relasi.

Menurut saya penting untuk memahami 7 level kesadaran ini karena dengan begitu kinerja bisa jadi optimal, dan kita mendapatkan sesuatu yang kita butuhkn tanpa kita duga sebelumnya.

Selain itu saya juga mendapatkan beberapa insight yg terkadang tidak saya sadari. Seperti ketika saya menulis saya berharap pembaca juga merasakan apa yang saya rasakan sehingga saya berusaha mentransfer emosi saya, dan ternyata apa yang saya sampaikan lewat tulisan pada pembaca merupakan refleksi dari apa yang saya rasakan saat ini.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!