Photo by Markus Spiske on Unsplash

Kedewasaan diukur dari sudah bertanggungjawab-kah kita atas apa diberikan ke kita. Mengatur/manajemen waktu dengan baik juga merupakan tolak ukur dewasanya seseorang. Ini karena setiap waktu yang kita alokasikan untuk suatu kegiatan berarti menghilangkan waktu untuk kegiatan lainnya. Ini mengukur kita sudah pantaskah waktu yang kita habiskan untuk melakukan sesuatu tersebut terlebih dahulu dibanding kegiatan lainnya.

Ketika saya menanyakan ini pada diri sendiri, ternyata jawabannya tidak. Saya masih sering lalai terhadap tanggung jawab. Menunda-nunda suatu tugas hingga mendekati deadline, hasilnya tugas menumpuk dan hanya menyebabkan masalah untuk diri saya sendiri.

Evaluasi

Semua ini bermulai dari kebiasaan. Tentu merubah kebiasaan bukan yang dilakukan 1-2 hari, tapi tetap harus di mulai dari 1-2 hari tersebut. Hal lain yang saya sadari adalah, kebiasaan baik dan buruk dipengaruhi lingkungan. Saya berada dilingkungan teman-teman mahasiswa dimana mayoritas mereka kebanyakan (kelewat) santai, menunda-nunda tugas, datang ke kampus siap-siapnya 5 menit sebelum kelas dimulai.

Bukan berarti semua masalah utama pada lingkungan, faktor indvidu juga berpengaruh. Individu mudah terpengaruh oleh suatu lingkungan tanpa bisa memilah baik-buruknya dampak yang ia dapatkan berarti masalah juga ada pada dirinya. Disini saya menyadari bahwa perilaku saya saat ini adalah cermin dari kondisi sekitar dan diri saya sendiri.

Berubah

Mulai berubah meninggalkan suatu yang buruk terlebih sudah menjadi kebiasaan bukan hal mudah tentunya. Untuk mulai berubah menjadi “orang dewasa” menurut saya berarti merubah mindset. Pola pikir saya saat ini kurang lebih “Lakukan yang ada di depan mu/Gak papa gak dikerjain sekarang masih ada waktu besok-besok”, ini bener-bener di depan hingga akhirnya hampir ketabrak/kegencet sendiri dengan tugas yang sedang saya tangani.

Mencari mencari mindset yang tepat, yang cocok, yang tepat, dan sesuai dengan cita-cita kita. Nah? sekarang apa cita-cita kita saat ini? Bagiamana pola pikir saya bisa membantu saya meraih cita-cita saya nanti. Menurut saya pola pikir ini sangat mendukung sebuah cita-cita.

Saya harus menemukan mindset yang membantu saya tumbuh untuk meraih cita-cita. Ini PR yang harus saya kerjakan segera.

Sekian artikel ini, semoga pandangan saya ini bisa bermanfaat.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!