Halooo, Eka disini.

Jadi tadi pagi baru saja saya tonton video sharing session yang ada di gameplay. Awalnya memang hanya untuk memenuhi kewajiban saja dan untuk mengumpulkan poin. Sebenarnya jujur saja niat awal saya hanya akan play videonya di laptop dengan suara keras agar bisa saya tinggal untuk melakukan hal lainnya. Saat dua video pertama memang saya dengarkan tapi saya tinggal juga untuk scroll social media. Tapi setelah beberapa video khususnya saat masuk sesi tanya jawab, saya akhirnya tertarik untuk benar-benar mendengarkan dan memahami.

Jadi konmari ini adalah salah satu metode untuk berberes. Saya sendiri memang tipe orang yang kalau sudah rajin akan benar benar menata semuanya sampai ke detail karena saya tidak suka lihat ada yang berantakan. Menurut saya, apapun kegiatan yang akan saya lakukan itu tergantung keadaan lingkungan saya. Saya akan lancar berfikir saat lingkungan saya nyaman untuk ditempati.

Namun, dilain sisi. Saya termasuk orang yang suka menyimpan barang. Walaupun barang itu sudah tidak digunakan dan tidak berguna lagi, saya akan terus menyimpan karena teringat dengan kenangan dari barang tersebut. Cukup jadi penyakit buat saya sebetulnya, karena membuat kamar saya jadi penuh. Itu kenapa setelah menonton sharing session mengenai komari ini saya jadi tersadar. Sepertinya sudah saatnya saya untuk menerapkan konmari di kehidupan saya. Mulai memilah kembali barang-barang saya dan let it go untuk barang-barang yang tidak berguna.

Jadi untuk teman-teman yang setipe dengan saya nih. Yang suka menyimpan barang kenangan. Coba deh terapkan konmari. Bisa mulai diterapkan di lingkungan pribadi kita yang paling kecil. Contohnya sebelum menerapkan konmari di kamar, kita bisa terapkan dulu di lemari baju. Mulai pilah baju-baju yang tidak dipakai agar bisa menyisakan banyak space, bisa diisi dengan barang barang lain, dan mungkin saja bisa diberikan ke orang lain yang lebih membutuhkan.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!