Photo by Mor Shani on Unsplash

Apa sih komunikasi Intrapersonal itu? Sama nggak sih dengan komunikasi interpersonal? Baiklah, akan kita bahas di sini.

Komunikasi intrapersonal itu sederhananya ya berbicara dengan diri sendiri. Berkomunikasi dengan diri sendiri. Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, komunikasi interpersonal adalah komunikasi dengan pribadi lainnya atau berbicara dengan orang lain.

Setelah mengikuti sharing session tentang “Menentukan Arah Hidup”, kembali tersadarkan bahwa berkomunikasi dengan diri sendiri adalah hal yang penting. Ada banyak hal yang terkadang luput dari perhatian kita

1. Berkenalan dengan diri sendiri

Beberapa orang terkadang tidak sadar bahwa ia tidak mengenali diri sendiri. Coba pikir kembali, apa jawaban yang bisa Anda berikan ketika seseorang menanyakan, “Siapakah Anda?”

Jawaban yang diberikan bukan hanya sekadar nama. Melainkan lebih dari itu. Apakah Anda seorang laki-laki yang periang yang sedang mengejar mimpinya? Apakah Anda seseorang yang sedang putus asa, tidak tahu harus ke mana dan apa yang harus dilakukan di dunia ini?

Mungkin terkadang kita juga tidak tahu apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan, apa yang kita suka dan apa yang tidak kita suka. Apabila Anda sudah cukup bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, SELAMAT Anda sudah cukup mengenali diri sendiri. Namun pengenalan diri, tidak berhenti di situ saja ya.

2. Memaafkan diri

Photo by Brett Jordan on Unsplash

Pernah nggak sih tiba-tiba teringat kejadian memalukan? Kita memang tidak berencana untuk mengingat, tapi tiba-tiba memori memalukan itu muncul begitu saja di dalam pikiran. Mungkin teringat momen ketika kita salah menyapa orang atau mungkin teringat momen ketika jatuh di hadapan orang banyak.

Momen memalukan yang nggak penting untuk diingat. Kalau mengingatnya langsung merasa malu banget sama diri sendiri. Hal kecil semacam ini saja, kadang tidak bisa memaafkan diri sendiri. Kesalahan kecil yang ya terjadi begitu saja.

Cobalah untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan memaafkannya. Meski itu kesalahan kecil. Tenangkan dirimu bahwa hal itu bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Jika sudah bisa memaafkan kesalahan kecil dari diri sendiri, jangan lupa juga untuk memaafkan diri sendiri atas segala kesalahan besar lainnya.

Memang terasa berat untuk memaafkan diri atas kesalahan besar yang pernah dilakukan. Tapi kita harus menerima diri ini. Bukan memaklumi kesalahan dan merasa benar ya, tetapi kembali menerima diri, dan mengingatkan diri ini untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari. Saling belajar untuk memperbaiki diri.

3. Jujur pada diri sendiri

Photo by arash payam on Unsplash

Sering kali orang mengabaikan perasaannya sendiri. Mengelabui diri sendiri dan mencari berbagai alibi agar semua terlihat baik-baik saja. Bukankah itu melelahkan?

Jika memang merasakan sedih, akuilah bahwa memang sedang bersedih. Jika memang merasa senang, ya nikmatilah kebahagiaan itu. Perasaan yang dirasakan merupakan pertanda bahwa kita masih manusia.

Kita tidak harus setiap hari menjadi orang yang kuat dan tangguh. Ada saatnya kita juga perlu beristirahat. Jujur pada diri sendiri dengan apa yang kita rasakan.

Lalu Apa Pentingnya Melakukan Itu Semua?

Photo by sydney Rae on Unsplash

Singkatnya itu semua sangat berguna untuk kemajuan dan perkembangan diri kita ke depannya.

Dengan mengenali diri sendiri, kita menjadi tahu apa yang sebenarnya ingin kita cari. Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk menentukan arah hidup kita.

Setelah menentukan arah hidup, kita perlu berjalan. Memaafkan diri atas kesalahan-kesalahan kita di masa lalu akan memudahkan kita melangkah ke depan. Kita tidak lagi dihantui perasaan takut melakukan kesalahan dan menghindari rintangan yang ada di depan.

Jujurlah pada diri sendiri atas apa yang kita rasakan. Rasa sedih dan senang merupakan bagian kehidupan yang tidak akan pernah terpisahkan. Tidak selamanya kita akan terus bersedih dan tidak akan selamanya kita selalu bahagia. Perasaan itu manusiawi.

Semoga ke depannya kita dapat merangkul diri sendiri lebih erat. Mengenalnya lebih dekat dan melangkah bersama ke depan. Karena, aku adalah teman terdekatku.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!