Photo by Michał Parzuchowski on Unsplash

Anu : “Beruntung banget ya lu bisa ngoding, kerjain tugas gua dong.”

Gua : “Sini gua ajarin.”

Anu : “Jangan! Tolong kerjain bagian ini aja, gua emang gabisa ngoding, lu kan udah pinter.”

Kalimat di atas adalah sebuah kalimat yang seringkali saya dengar dari beberapa teman saya. Saya sedikit kesal sekaligus gemes ketika mendengar kalimat seperti itu.

Anu : “Kemampuan gua emang segini, gua ga bakal bisa kalau disuruh belajar ngoding!”

“Emang siapa yang nentuin kalau kemampuan lu cuma segitu?” Pertanyaan kepadanya yang sengaja tidak saya ungkapkan.

Lalu siapa sih yang nentuin kalau kemampuan kita cuma segitu aja? Temen? Orang tua? Bos? Atau malah diri kita sendiri??

Banyak orang yang selama ini tidak sadar jika mereka telah membatasi kemampuan mereka dengan mindset buruknya.

Lalu tool apa yang saya maksud dapat membuat kita dapat melampaui diri kita dan terus maju? Jawabannya adalah growth mindset.

Growth Mindset

Mindset itu seperti pedang mermata dua, it can be powerfull jika kita bisa memanfaatkan dan mengendalikannya. But, it can be very dangerous jika kita tidak sadar keberadaannya dan malah dikendalikan olehnya.

Bagaimana kita bisa memanfaatkan mindset kita untuk melampaui batasan kita? Caranya adalah dengan mengembangkan growth mindset.

Growth mindset adalah mindset yang tidak pernah mau menyerah, mindset yang fokus pada usaha atau proses daripada sebuah hasil. Lalu gimana cara kita mengembangan growth mindset?

1. Otak bisa diupgrade!

Yang pertama adalah kita harus tau jika otak kita bisa di upgrade. Otak itu sama seperti otot. Otak bisa dilatih. Berusaha melakukan apa yang kita anggap sulit adalah kunci untuk mengembangakan mindset kita.

2. Try, try, and try!

Yang kedua adalah coba, coba, dan terus coba! Cobalah semaksimal mungkin. Jangan pernah takut untuk gagal. Gagal bukan akhir, gagal adalah sesuatu yang harus kita lalui untuk bisa berhasil.

Growth mindset in My Life

Sebelum mengenal growth mindset, saya juga pernah menjadi orang yang membatasi diri saya. Ini adalah sedikit cerita bagaimana I changed my life with growth mindset.

Saya adalah seorang berkepribadian introvert. Introvert bukanlah anti sosial, hanya saja saya membutuhkan energi yang cukup banyak untuk bersosialisasi dengan banyak orang.

Saya pernah berpikir jika tidak penting untuk punya banyak teman.

“Gua kan udah pinter, ngapain harus cari (banyak) teman, nanti kalau kerja perusahaan yang bakalan cari gua.”

Kata-kata yang cukup berlebihan menurut saya, tetapi itulah kenyataan tentang diri saya pada waktu itu. Saya jarang sekali berkenalan dengan orang baru karena mengguanakan alasan di atas. Tetapi saya tau jika alasan saya sebenarnya adalah karena saya dulu berpikir jika saya tidak bisa mencari (banyak) teman.

Setelah mengenal yang namanya growth mindset, saya mencoba melampaui batasan yang secara tidak sadar telah saya buat dari mindset buruk saya.

Saya mencoba untuk selalu berkenalan dengan orang baru. Entah perkenalan tersebut berjalan dengan baik atau buruk (karena ketidakcakapan saya dalam berkomunikasi), saya tetap terus mencoba.

Sekarang untuk berkenalan dan berkomunikasi dengan orang baru menjadi hal yang cukup mudah bagi saya. Saya dulunya berpikir jika introvert tidak akan bisa bersosialisasi dengan baik, tetapi sekarang saya sudah membuktikan, dengan pola pikir yang benar, dengan growth mindset, saya dapat melewati batasan saya.

The way we think, no matter what, you are the controller of your own brain. What you believe about yourself, it affects so much in pushing you to your limit of your belief.
– Sabda PS

Sumber artikel : https://www.zenius.net/blog/5510/aku-bodoh

About Me

Hai, Saya Josuanstya Lovdianchel, seorang bocah yang menyukai banyak bidang (generalist) dan masih mencari jati dirinya.

Cheers!

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!