Kamu pasti pernah menerima sebuah challenge dan kamu merasa it is impossible for me to accomplish it. Kita mungkin merasa takut akan sebuah kegagalan.

Mark Rober, seorang Youtuber dan mantan engineer NASA membuat sebuah penelitian mengenai hubungan antara hasil dan sebuah kegagalan dalam proses mencapai hasil tersebut. Dia membuat sebuah puzzle dimana pemain harus mengarahkan mobil melewati sebuah labirin. Pemain memiliki poin sebanyak 200.

Ada 2 versi puzzle tersebut. Pada versi pertama, poin pemain tidak akan dikurangi jika gagal menyelesaikan puzzle tersebut. Sedangkan di versi kedua, poin pemain akan dikurangi 5 jika gagal. Versi puzzle yang dimainkan oleh pemain akan dipilihkan sistem secara random. Berikut hasilnya :

Pada grafik tersebut ternyata orang yang memainkan puzzle versi 1 (kanan), lebih banyak mencoba menyelesaikan puzzle tersebut daripada puzzle versi 2. Artinya, secara natural mereka lebih banyak belajar karena mereka tidak takut untuk mengalami suatu kegagalan.

 

Dari sini bisa ditarik kesimpulan, bahwa dengan cara mengubah proses belajar dan fokus ke goal atau tujuan kita, maka rasa takut untuk gagal kebanyakan akan hilang dan proses belajar akan menjadi lebih natural.

 

Sama halnya ketika kita bermain game, misalnya Super Mario. Dalam game tersebut, tugas kita adalah menyelamatkan sang putri dari Bowser yang jahat. Dalam prosesnya, kita harus melewati banyak jebakan, menghindari lubang, mengalahkan musuh, dan lainnya.

Pastinya ketika kita bermain untuk pertama kalinya, kita tidak akan mungkin menyelesaikan game tersebut tanpa menemui sebuah kegagalan, misalnya jatuh ke lubang atau dikalahkan musuh kan? Namun yang pasti terjadi adalah kita akan berpikir “Oke akan kuingat di sini ada lubang. Maka nantinya aku harus segera lompat jika sudah dekat.”

 

Fokusnya adalah bagaimana caranya menyelesaikan game ini. Bukan memikirkan gimana bodohnya kita ketika jatuh ke dalam lubang atau dikalahkan musuh. Hal ini berhubungan dengan grafik sebelumnya. Dimana ketika kita tidak fokus ke sebuah kegagalan, maka kita bisa belajar lebih banyak dalam waktu yang singkat.

Inilah yang Mark sebut “The Super Mario Effect”. Dimana kita fokus menyelamatkan si putri dan bukan rasa gagal ketika jatuh ke lubang. Stick with the task, and learn more.

Jika diaplikasikan ke real life, maka gambarnya akan menjadi seperti diatas. Kita mungkin ingin semuanya berjalan sesuai rencana kita. Tetapi dalam kehidupan ini, pastinya ada saja hal yang menyebabkan rencana kita tidak berjalan. Ketika kita menemui kegagalan, biasanya muncul keraguan. Kita biasanya mulai menganggap diri kita tidak pintar, tidak berbakat, dan pikiran negatif lainnya.

 

Di saat itu kita dihadapkan oleh 2 pilihan. Akankah kita menyerah, atau kita terus belajar dari sebuah kesalahan dan terus berjuang menuju tujuan kita. Jika kita memilih untuk terus berjuang, maka anggaplah kegagalan adalah proses belajar untuk menjadi kita yang lebih baik. Anggap saja kegagalan adalah proses mendapatkan pengalaman dan wawasan.

 

Jika kita mengendarai sepeda, lalu menabrak batu dan terjatuh, seharusnya yang kita pikirkan adalah “Oke, mengendarai sepeda diatas batu itu gagal. Next time, aku harus turun dan menuntun sepedaku untuk melewati batu tersebut.” Bukan “I’m not good enough”, then you quit and walk away.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!