Skip to content

Mental Health Awareness di Indonesia

Yup!

Mental Health Awareness atau bila diartikan ke bahasa Indonesianya menjadi kesadaran akan kesehatan mental. Yang menurut saya adalah isu yang terlupakan di negara tercinta kita ini. Memang kebanyakan orang-orang Indonesia menganggap bahwa mental disorder itu sebuah gejala-gejala yang tidak nyata. Melihat isu ini terlupakan rasanya seperti kita telah melupakan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak ? kasus suicide di Indonesia hampir setiap harinya itu terjadi dan masyarakat seakan-akan buta akan hal itu. Padahal sudah jelas bahwa peyebab dari sesorang melakukan bunuh diri disebabkan dari keputus asaan yang juga bersangkut-paut dengan penyakit mental seperti depresi, bipolar, dan schizophrenia.

“Memang kurang edukasi orang Indonesia tentang hal ini”

Raihan Adzkia – Mahasiswa di London College of Fashion

Perlunya diadakan sosialisasi akan Mental Health Awareness kepada masyarakat agar mereka melek tentang seberapa pentingnya kesadaran akan kesehatan mental ini. Masyarakat juga harus diajari tentang menjadi . Sosialisasi ini juga harus dimulai dari usia dini karena pada zaman sekarang ini remaja-remaja rentan akan kesehatan mentalnya. Jika bisa diartikan remaja-remaja sekarang ini mudah down akan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Semua ini juga didukung dengan majunya teknologi seperti sekarang ini, Para remaja sekarang banyak menghabiskan waktunya berada di dunia maya yang semua itu hanyalah hiburan fiktif belaka. Banyak dari mereka mendambakan hidup mereka bisa senang dan bahagia layaknya idola mereka di dunia maya itu. Padahal kenyataannya hidup itu sulit tidak seperti ekspektasi mereka yang akhirnya membuat mereka menjadi mudah depresi dan putus asa.

Kita bisa mensosialisasikan kepada kaum millenials sekarang ini untuk menggunakan social media sebagai media untuk berbagi dan juga menyadarkan mereka akan pentingnya mental health. Hal ini tentunya akan berpengaruh besar di zaman seperti sekarang ini karena mayoritas masyarakat yang pastinya memiliki smartphone jadi informasi dapat tersebar luas dengan cepat.

“Akan lebih baik jika isu ini diperkenalkan dari dini, seperti dimasukan ke kurikulum sekolah atau ditekankan dalam keluarga sendiri. “

Memang sudah seharusnya seperti itu.

Kamu merasa artikel ini menarik dan bermanfaat? Bagikan ke temanmu sekarang yuk!

Scroll To Top